Berusia 180 Juta Tahun, Kecoa Zaman Dinosaurus Ditemukan
Kamis, 31 Oktober 2024 - 04:46 WIB
Kecoa Berusia 180 Juta Tahun. FOTO/ WION NEWS
LONDON - Para ilmuwan di Inggris menemukan fosil kecoa berusia 180 juta tahun lalu . Spesies baru kecoa dari zaman Jurassic ini dengan nama Alderblattina simmsi ditemukan di Gloucestershire.
BACA JUGA - Bentuk Kesetiaan, Sepasang Kecoa Saling Kanibalisme Usai Kawin
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Papers in Palaeontology oleh dua ahli paleontologi di Universitas Terbuka, dan seorang kolega dari Museum Nasional Skotlandia.
Emily Swaby, Angela Coe dan Andrew Ross mengidentifikasi spesies kecoa baru saat mempelajari spesimen kecoa yang ditemukan pada tahun 1984 oleh ahli paleontologi Mike Simms.
Penelitian menunjukkan bahwa kecoak pertama kali muncul pada Zaman Bashkiria, sekitar 323 hingga 315 juta tahun yang lalu. Sejak saat itu, kecoak telah berevolusi dan memainkan peran penting dalam mendaur ulang nutrisi kembali ke lingkungan dalam beberapa ekosistem. Kecoak juga berfungsi sebagai makanan bagi banyak spesies.
“Sebagai detritivor (pengurai), kecoak memainkan peran penting dalam siklus nutrisi dalam ekosistem, melalui penguraian bahan organik, dan merupakan sumber makanan penting bagi banyak predator termasuk burung, kadal, dan mamalia lainnya," tulis para penulis dalam makalah tersebut.
BACA JUGA - Bentuk Kesetiaan, Sepasang Kecoa Saling Kanibalisme Usai Kawin
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Papers in Palaeontology oleh dua ahli paleontologi di Universitas Terbuka, dan seorang kolega dari Museum Nasional Skotlandia.
Emily Swaby, Angela Coe dan Andrew Ross mengidentifikasi spesies kecoa baru saat mempelajari spesimen kecoa yang ditemukan pada tahun 1984 oleh ahli paleontologi Mike Simms.
Penelitian menunjukkan bahwa kecoak pertama kali muncul pada Zaman Bashkiria, sekitar 323 hingga 315 juta tahun yang lalu. Sejak saat itu, kecoak telah berevolusi dan memainkan peran penting dalam mendaur ulang nutrisi kembali ke lingkungan dalam beberapa ekosistem. Kecoak juga berfungsi sebagai makanan bagi banyak spesies.
“Sebagai detritivor (pengurai), kecoak memainkan peran penting dalam siklus nutrisi dalam ekosistem, melalui penguraian bahan organik, dan merupakan sumber makanan penting bagi banyak predator termasuk burung, kadal, dan mamalia lainnya," tulis para penulis dalam makalah tersebut.
Lihat Juga :