Pemberontakan di Google: Puluhan Karyawan Dipecat Karena Protes Proyek Nimbus dan Dukung Palestina
Rabu, 09 Oktober 2024 - 07:18 WIB
Kontras dengan Dukungan untuk Ukraina
Para Googler mencatat bahwa reaksi perusahaan terhadap aktivisme mereka sangat berbeda dengan tanggapannya terhadap perang di Ukraina."Ketika perang di Ukraina pecah, Google mengirimkan pesan dukungan untuk orang Ukraina dan Rusia yang bekerja di perusahaan tersebut," kata Clare Ward, yang meminta nama samaran karena takut akan pembalasan dari Google.
Aktivisme di Luar Jaringan
Karena sensor yang dilakukan secara virtual, para Googler mulai memindahkan aktivisme mereka ke dunia nyata dengan melakukan aksi tabling dan mencoba mengorganisir acara dan pemutaran film untuk mendidik rekan-rekan mereka tentang Palestina. Namun, manajemen Google menutup acara-acara tersebut dengan alasan keamanan.Pemecatan dan Ancaman
Puncaknya adalah ketika bom Israel menewaskan seorang software engineer Palestina, Mai Ubeid, dan seluruh keluarganya di Gaza pada akhir Oktober 2023. Para Googler mengorganisir aksi jaga di luar kantor mereka di New York, Seattle, dan London untuk Ubeid. Namun, aksi jaga tersebut dihadapi dengan permusuhan dari Google dan rekan kerja.Baca Juga: Proyek Nimbus Picu Boikot: Lebih dari 1100 Mahasiswa Tolak Kerja di Google & Amazon
Puncak dari aksi protes ini adalah ketika para pekerja, termasuk Montes, Cheung, dan Hasan, memutuskan untuk melakukan aksi duduk di kantor perusahaan di New York City dan Sunnyvale, California. Mereka menempati pintu masuk kantor perusahaan dan kantor kepala eksekutif Google Cloud, Thomas Kurian, selama 10 jam.
Perusahaan memanggil polisi dan memecat 28 pekerja di tempat dan 22 lainnya setelah penyelidikan yang melibatkan analisisrekamanCCTV.
(dan)
Lihat Juga :