Turbulensi Pesawat: Mengapa Ancaman Langit Ini Semakin Sering Terjadi?
Rabu, 03 Juli 2024 - 15:07 WIB
Apakah Turbulensi Semakin Sering Terjadi?
Jawabannya adalah ya. Perubahan iklim menyebabkan peningkatan turbulensi. "Peningkatan gas rumah kaca memerangkap panas di troposfer, yang biasanya akan dilepaskan ke stratosfer. Oleh karena itu, stratosfer mendingin pada tingkat yang sama dengan pemanasan troposfer," jelas Isabel.Gradien suhu vertikal yang lebih kuat ini menyebabkan jet stream yang lebih kacau dan tidak stabil, sehingga meningkatkan jumlah turbulensi udara cerah (CAT).
Pengamat penerbangan Gerry Soejatman menambahkan, dengan perubahan iklim, cuaca ekstrim seperti turbulence, badai, dan clear air turbulence akan terus meningkat.
Bisakah Pesawat Jatuh Karena Turbulensi?
Isabel meyakinkan bahwa turbulensi saja tidak akan menyebabkan kecelakaan pesawat. Kecelakaan biasanya terjadi jika pesawat terbang melalui badai petir aktif, di mana turbulensi dan variabel cuaca lainnya seperti downdraft, hujan lebat, dan hujan es dapat menyebabkan insiden. Namun, badai petir dapat diprediksi dengan baik, dan maskapai penerbangan tidak akan mengizinkan Anda terbang melaluinya.Upaya Maskapai Mengatasi Turbulensi
Maskapai penerbangan menggunakan prakiraan CAT dan merencanakan rute penerbangan untuk menghindari turbulensi sebanyak mungkin. Namun, ini sering kali menyebabkan waktu penerbangan yang lebih lama, waktu tunggu yang lebih lama, peningkatan penggunaan bahan bakar, dan lebih banyak emisi CO2 ke atmosfer.Lihat Juga :