Turbulensi Pesawat: Mengapa Ancaman Langit Ini Semakin Sering Terjadi?

Rabu, 03 Juli 2024 - 15:07 WIB
Gerry juga menyebut baha clear air turbulence bisa terjadi di pesawat airline mana saja. “Jangan sampai ada yang masih ngoceh-ngoceh sembarang, ‘naik maskapai X pasti nggak goyang, kalau maskapai Y goyang terus, pokoknya payah deh,’ atau ‘kalau nggak mau goyang-goyang pakai maskapai yang ini aja jangan yang itu,” bebernya.

“Sebagai penumpang, kita bisa mengurangi resiko kita cedera dengan selalu menggunakan sabuk pengaman. Sabuk Pengaman hanya dieratkan ketika take off, landing, dan turbulence. Diluar itu, gunakanlah sabuk pengaman dengan longgar, agar nyaman dan tetap menahan badan kita dari resiko kelempar jika terjadi turbulence berat,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Spesifikasi Boeing 787-9 Dreamliner yang Mengalami Turbulensi Parah

Teknologi Baru untuk Mendeteksi Turbulensi

Saat ini, CAT tidak dapat dideteksi dengan radar onboard pesawat. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa LIDAR (Light Detection and Ranging) dapat menjadi mekanisme deteksi yang mungkin. Namun, studi menunjukkan bahwa penerapan LIDAR di setiap pesawat tidak efektif dari segi biaya.

“Clear Air Turbulence itu saat ini belum bisa dideteksi oleh radar cuaca pesawat, makanya penting untuk selalu menggunakan sabuk pengaman ketika pesawat dalam fase cruising,” imbuhGerrylagi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!