Artificial Intelligence Dorong Digitalisasi Rantai Pasok Perusahaan

Jum'at, 14 Juni 2024 - 17:45 WIB
Perusahaan-perusahaan mengakui bahwa tantangan utama yang mereka hadapi terkait manajemen rantai pasok adalah menekan kenaikan biaya produksi dan logistik (43 %) , diikuti oleh mencegah dampak lingkungan dari aktivitas rantai pasok (37 %) serta memitigasi dampak dari disrupsi eksternal seperti keterlambatan dan kekurangan pasokan (36%).

“Fluktuasi permintaan pelanggan, permintaan pasar yang rendah, dan terbatasnya visibilitas rantai

pasok menjadi tiga tantangan lainnya yang dilaporkan oleh perusahaan di Indonesia,” terang Jansen.

Kemudian, saat ini, mayoritas perusahaan ada di tahap adopsi teknologi untuk mengotomatisasi proses utama di rantai pasok. Hanya 6% perusahaan yang sudah maju ke tahap adopsi teknologi berikutnya, yaitu menggunakan artificial intelligence (AI) untuk mengelola rantai pasok.

Namun, 43% dari mereka berencana untuk mengadopsi teknologi tersebut dalam 2- 3 tahunbkedepan. Ini berarti bahwa potensi transformasi digital, baik di tahap otomatisasi dan di tahap pengimplementasian AI, masih sangat luas.

Jansen menambahkan bahwa tren digitalisasi manajemen rantai pasok akan terus bertumbuh karena transformasi digital telah menjadi bagian dari perencanaan strategi jangka panjang dibberbagai perusahaan. Kehadiran teknologi mutakhir seperti AI akan membuka peluang baru bagi perusahaan untuk mendongkrak bisnis dengan teknologi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!