Turbulensi Pesawat Singapore Airlines: Ancaman Nyata di Udara, Bagaimana Menyikapinya?

Rabu, 22 Mei 2024 - 06:56 WIB

Apakah Krisis Iklim Membuatnya Semakin Buruk?

Para ilmuwan di Universitas Reading mengatakan penelitian mereka menunjukkan suhu yang lebih tinggi sebagai akibat dari krisis iklim menyebabkan peningkatan turbulensi yang signifikan di seluruh penerbangan transatlantik.

Insiden turbulensi parah meningkat 55% antara 1979 dan 2020. Mereka menemukan, ini terjadi karena perubahan kecepatan angin di ketinggian.

Prof Paul Williams, salah satu penulis studi tersebut, menyebut bahwa industri penerbangan perlu berinvestasi dalam sistem yang lebih baik untuk meramalkan dan mendeteksi turbulensi.

Baca Juga: Spesifikasi dan Harga Boeing 777-300ER Milik Singapore Airlines yang Mengalami Turbulensi

Seberapa Khawatirkah Penumpang?

Turbulensi tentu mengkhawatirkan. Tetapi risiko cedera parah pada penumpang sangat jarang terjadi pada pesawat komersial besar.

Peristiwa tragis pada penerbangan Singapore Airlines SQ321 terbilang sangat jarang.

Korban terakhir yang disebabkan oleh turbulensi yang diketahui IATA adalah pada 1997, yakni penerbangan United Airlines dari Tokyo ke Honolulu.

Namun, Fox mengatakan: "Sebagian besar maskapai penerbangan menyarankan penumpang untuk mengenakan sabuk pengaman mereka selama penerbangan, dan saya pikir itu saranyangbagus."
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!