Harta Karun Khan Agung dari Kazakhstan, Gesper Emas Berusia 1.500 Tahun
Rabu, 03 Januari 2024 - 11:46 WIB
Samashev memperkirakan sang pangeran mungkin berasal dari klan khagan kerajaan Ashina, yang berarti “berdaulat” dalam bahasa Turki Kuno, dan asal kata “khan.” Klan Ashina mendirikan dua negara Turki di Stepa Eurasia tengah antara abad kelima dan kedelapan dan memerintah hingga ditaklukkan kelompok Turki lainnya yang menjadi Uyghur.
Penemuan harta karun berupa gesper emas menggambarkan penguasa yang dimahkotai dan duduk anggun di atas takhta dalam pose suci dan dikelilingi oleh para pelayan. “Ini dengan jelas menggambarkan sifat sakral kekuasaan dalam masyarakat Turki kuno,” kata Samashev dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Rabu (3/1/2023).
Kedua harta karun emas tersebut ditemukan di ruang tengah makam tempat sang pangeran dikremasi. Kondisi satu gesper emas rusak parah akibat api kremasi.
Baca juga; Harta Karun Emas dan Batu Mulia Dibongkar dari Makam Orang Elite Mediterania
Berukuran lebar sekitar 1,5 inci (3,7 sentimeter), keduanya tampak seperti bentuk ikat pinggang karena kedua ujung ikat pinggangnya dijalin melalui lubang di alasnya sehingga digantung di pinggang.
“Gesper seperti itu tampaknya menjadi simbol kekuasaan dalam masyarakat Turki dan menandakan pemakainya orang berstatus tinggi,” kata Samashev.
Penemuan harta karun berupa gesper emas menggambarkan penguasa yang dimahkotai dan duduk anggun di atas takhta dalam pose suci dan dikelilingi oleh para pelayan. “Ini dengan jelas menggambarkan sifat sakral kekuasaan dalam masyarakat Turki kuno,” kata Samashev dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Rabu (3/1/2023).
Kedua harta karun emas tersebut ditemukan di ruang tengah makam tempat sang pangeran dikremasi. Kondisi satu gesper emas rusak parah akibat api kremasi.
Baca juga; Harta Karun Emas dan Batu Mulia Dibongkar dari Makam Orang Elite Mediterania
Berukuran lebar sekitar 1,5 inci (3,7 sentimeter), keduanya tampak seperti bentuk ikat pinggang karena kedua ujung ikat pinggangnya dijalin melalui lubang di alasnya sehingga digantung di pinggang.
“Gesper seperti itu tampaknya menjadi simbol kekuasaan dalam masyarakat Turki dan menandakan pemakainya orang berstatus tinggi,” kata Samashev.
Lihat Juga :