18 Fakta Menarik Terusan Suez, yang Ingin Disaingi Israel dengan Merebut Gaza
Sabtu, 11 November 2023 - 09:08 WIB
Dihadapkan kekurangan tenaga kerja, Lesseps dan Perusahaan Terusan Suez mengubah strategi dan mulai menggunakan mesin. Yaitu penggali bertenaga uap dan batubara yang dibuat khusus untuk menggali terusan. Teknologi baru ini memberikan dorongan yang dibutuhkan oleh proyek ini, dan perusahaan melanjutkan untuk membuat kemajuan pesat selama dua tahun terakhir pembangunannya. Dari 75 juta meter kubik pasir yang akhirnya dipindahkan selama konstruksi terusan utama, sekitar tiga perempatnya diatasi oleh mesin berat.
Ketika Terusan Suez hampir selesai pada 1869, pemahat Prancis Frédéric-Auguste Bartholdi mencoba meyakinkan Ferdinand de Lesseps dan pemerintah Mesir untuk membiarkannya membangun patung yang disebut "Mesir Membawa Cahaya ke Asia" di pintu masuk Mediterania.
Terinspirasi oleh Colossus of Rhodes kuno, Bartholdi membayangkan patung wanita setinggi 90 kaki berpakaian dengan jubah petani Mesir dan memegang obor besar, yang juga akan berfungsi sebagai mercusuar untuk memandu kapal ke dalam terusan. Proyek itu tidak pernah terwujud, tetapi Bartholdi terus mempromosikan ide tersebut dan pada tahun 1886, ia akhirnya mengungkapkan versi lengkapnya di Pelabuhan New York. Secara resmi disebut Liberty Enlightening the World. Monumen ini sejak saat itu lebih dikenal sebagai Patung Liberty.
Setelah membungkam para kritikusnya dengan menyelesaikan Terusan Suez, Ferdinand de Lesseps kemudian memusatkan perhatiannya untuk memotong terusan di sepanjang Isthmus Panama di Amerika Tengah.
Pekerjaan dimulai pada 1881, tetapi meskipun prediksi Lesseps bahwa terusan baru ini akan lebih mudah untuk dibuat, proyek itu akhirnya gagal. Ribuan orang meninggal selama konstruksi di hutan yang panas dan penuh penyakit. Tim tersebut menghabiskan hampir USD260 juta tanpa pernah menyelesaikan proyek.
Perusahaan akhirnya bangkrut pada tahun 1889, memicu skandal massif terhadap Lesseps dan desainer Gustave Eiffel, yang disewa untuk merancang pintu air terusan, dinyatakan bersalah atas penipuan dan persekongkolan. Dibutuhkan waktu 25 tahun lagi sebelum Terusan Panama akhirnya selesai dalam proyek konstruksi yang dipimpin Amerika selama satu dekade.
Pada tahun 1956, Terusan Suez berada di pusat perang singkat antara Mesir dan pasukan gabungan Inggris, Prancis, dan Israel. Konflik ini berakar pada pendudukan militer Inggris di zona terusan, yang berlanjut bahkan setelah Mesir meraih kemerdekaan pada 1922. Banyak orang Mesir tak terima dengan pengaruh kolonial yang berkepanjangan, dan ketegangan akhirnya meluap pada Juli 1956, ketika Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser menasionalisasi Terusan Suez.
Dalam Krisis Suez, pasukan gabungan Inggris, Israel, dan Prancis meluncurkan serangan ke Mesir pada Oktober 1956. Mereka berhasil merengsek maju dekat ke terusan, tetapi kemudian mundur dari Mesir dengan malu setelah dikecam oleh Amerika Serikat dan ancaman balasan nuklir dari Uni Soviet. Perdana Menteri Inggris Anthony Eden mengundurkan diri menyusul skandal itu, dan Terusan Suez tetap berada di bawah kendali Mesir.
Selama Perang Enam Hari pada Juni 1967 antara Mesir dan Israel, Terusan Suez ditutup oleh pemerintah Mesir dan diblokir di kedua sisi oleh ranjau dan kapal-kapal yang ditenggelamkan. Pada saat penutupan, 15 kapal pengiriman internasional terjebak di tengah terusan di Danau Bitter yang Besar. Kapal-kapal ini terdampar di sana selama delapan tahun.
Sebagian besar anggota kru dipindahkan dari dan ke kapal-kapal yang terdampar setiap 3 bulan, tetapi yang lain menghabiskan waktu dengan membentuk komunitas terapung sendiri dan mengadakan acara olahraga dan sosial. Seiring berjalannya waktu, armada bahkan mengembangkan perangko dan sistem perdagangan internal mereka sendiri. Kapal-kapal ini akhirnya diizinkan meninggalkan Terusan Suez pada 1975. Saat itu, hanya dua dari kapal tersebut yang masih layak untuk melakukan perjalanan dengan daya dorongnya sendiri.
Baca Juga: Pelabuhan Al-Faw Grand Irak Dapat Gantikan Terusan Suez
Selama bertahun-tahun, terusan Suez terhambat oleh lebar dan kedalaman, yang tidak mencukupi untuk menampung lalu lintas dua arah kapal tanker modern.
Pada Agustus 2014, Otoritas Terusan Suez Mesir mengumumkan rencana ambisius untuk memperdalam terusan dan membuat jalur baru sepanjang 22 mil yang bercabang dari saluran utama. Perluasan tersebut dibuka pada tahun 2015, memberikan kapal jalur sepanjang 22 mil yang sejajar dengan saluran utama yang baru diperdalam. Namun, perbaikan tersebut ternyata tidak cukup, mengakibatkan kapal kontainer sepanjang 1.300 kaki terjebak di terusan saat melakukan perjalanan dari China pada Maret 2021. Kapal tersebut memblokir lebih dari 100 kapal di setiap ujung arteri pengiriman vital tersebut selama hampir seminggu, menyebabkan gangguan besar bagi perdagangan global.
5. Patung Liberty awalnya akan dipasang di Terusan Suez
Ketika Terusan Suez hampir selesai pada 1869, pemahat Prancis Frédéric-Auguste Bartholdi mencoba meyakinkan Ferdinand de Lesseps dan pemerintah Mesir untuk membiarkannya membangun patung yang disebut "Mesir Membawa Cahaya ke Asia" di pintu masuk Mediterania.
Terinspirasi oleh Colossus of Rhodes kuno, Bartholdi membayangkan patung wanita setinggi 90 kaki berpakaian dengan jubah petani Mesir dan memegang obor besar, yang juga akan berfungsi sebagai mercusuar untuk memandu kapal ke dalam terusan. Proyek itu tidak pernah terwujud, tetapi Bartholdi terus mempromosikan ide tersebut dan pada tahun 1886, ia akhirnya mengungkapkan versi lengkapnya di Pelabuhan New York. Secara resmi disebut Liberty Enlightening the World. Monumen ini sejak saat itu lebih dikenal sebagai Patung Liberty.
6. Penciptanya gagal membangun Terusan Panama
Setelah membungkam para kritikusnya dengan menyelesaikan Terusan Suez, Ferdinand de Lesseps kemudian memusatkan perhatiannya untuk memotong terusan di sepanjang Isthmus Panama di Amerika Tengah.
Pekerjaan dimulai pada 1881, tetapi meskipun prediksi Lesseps bahwa terusan baru ini akan lebih mudah untuk dibuat, proyek itu akhirnya gagal. Ribuan orang meninggal selama konstruksi di hutan yang panas dan penuh penyakit. Tim tersebut menghabiskan hampir USD260 juta tanpa pernah menyelesaikan proyek.
Perusahaan akhirnya bangkrut pada tahun 1889, memicu skandal massif terhadap Lesseps dan desainer Gustave Eiffel, yang disewa untuk merancang pintu air terusan, dinyatakan bersalah atas penipuan dan persekongkolan. Dibutuhkan waktu 25 tahun lagi sebelum Terusan Panama akhirnya selesai dalam proyek konstruksi yang dipimpin Amerika selama satu dekade.
7. Memainkan peran penting dalam era Perang Dingin
Pada tahun 1956, Terusan Suez berada di pusat perang singkat antara Mesir dan pasukan gabungan Inggris, Prancis, dan Israel. Konflik ini berakar pada pendudukan militer Inggris di zona terusan, yang berlanjut bahkan setelah Mesir meraih kemerdekaan pada 1922. Banyak orang Mesir tak terima dengan pengaruh kolonial yang berkepanjangan, dan ketegangan akhirnya meluap pada Juli 1956, ketika Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser menasionalisasi Terusan Suez.
Dalam Krisis Suez, pasukan gabungan Inggris, Israel, dan Prancis meluncurkan serangan ke Mesir pada Oktober 1956. Mereka berhasil merengsek maju dekat ke terusan, tetapi kemudian mundur dari Mesir dengan malu setelah dikecam oleh Amerika Serikat dan ancaman balasan nuklir dari Uni Soviet. Perdana Menteri Inggris Anthony Eden mengundurkan diri menyusul skandal itu, dan Terusan Suez tetap berada di bawah kendali Mesir.
8. Belasan kapal terjebak selama 8 tahun
Selama Perang Enam Hari pada Juni 1967 antara Mesir dan Israel, Terusan Suez ditutup oleh pemerintah Mesir dan diblokir di kedua sisi oleh ranjau dan kapal-kapal yang ditenggelamkan. Pada saat penutupan, 15 kapal pengiriman internasional terjebak di tengah terusan di Danau Bitter yang Besar. Kapal-kapal ini terdampar di sana selama delapan tahun.
Sebagian besar anggota kru dipindahkan dari dan ke kapal-kapal yang terdampar setiap 3 bulan, tetapi yang lain menghabiskan waktu dengan membentuk komunitas terapung sendiri dan mengadakan acara olahraga dan sosial. Seiring berjalannya waktu, armada bahkan mengembangkan perangko dan sistem perdagangan internal mereka sendiri. Kapal-kapal ini akhirnya diizinkan meninggalkan Terusan Suez pada 1975. Saat itu, hanya dua dari kapal tersebut yang masih layak untuk melakukan perjalanan dengan daya dorongnya sendiri.
Baca Juga: Pelabuhan Al-Faw Grand Irak Dapat Gantikan Terusan Suez
9. Perbaikan besar-besaran
Selama bertahun-tahun, terusan Suez terhambat oleh lebar dan kedalaman, yang tidak mencukupi untuk menampung lalu lintas dua arah kapal tanker modern.
Pada Agustus 2014, Otoritas Terusan Suez Mesir mengumumkan rencana ambisius untuk memperdalam terusan dan membuat jalur baru sepanjang 22 mil yang bercabang dari saluran utama. Perluasan tersebut dibuka pada tahun 2015, memberikan kapal jalur sepanjang 22 mil yang sejajar dengan saluran utama yang baru diperdalam. Namun, perbaikan tersebut ternyata tidak cukup, mengakibatkan kapal kontainer sepanjang 1.300 kaki terjebak di terusan saat melakukan perjalanan dari China pada Maret 2021. Kapal tersebut memblokir lebih dari 100 kapal di setiap ujung arteri pengiriman vital tersebut selama hampir seminggu, menyebabkan gangguan besar bagi perdagangan global.
10. Perpendek jarak Eropa dan Asia
Lihat Juga :