Berburu Cuan, Toko Online China Memakai AI untuk Berjualan 24 Jam Nonstop

Sabtu, 30 September 2023 - 18:15 WIB
Ternyata mereka bukan manusia, tapi deepfake yang dihasilkan AI. “Jika sebuah perusahaan mempekerjakan 10 host streaming langsung, tingkat keahlian mereka akan bervariasi. Mungkin dua atau tiga streamer teratas akan berkontribusi 70% hingga 80% dari total penjualan,” kata Chen Dan, CEO sebuah perusahaan khusus AI.

Host streaming langsung virtual dapat, menurut Chen Dan, lebih efektif menggantikan enam atau tujuh streamers. Lantaran para streamers tadi hanya berkontribusi lebih sedikit dan memiliki tingkat ROI (laba atas investasi) yang lebih rendah. Biayanya pun akan turun secara signifikan.

Baca Juga: Megah! Begini Penampakan Istana Majapahit di Trowulan Hasil Artificial Intelligence

Dari pertimbangan tersebut, nampak penjual online teratas dalam dunia pemasaran streaming langsung di China masih jauh lebih baik daripada avatar bertenaga AI manapun dalam hal penjualan. Namun bagi banyak perusahaan, lebih masuk akal untuk mengeluarkan sedikit uang di awal dan hanya mengotomatiskan pekerjaannya. Lantaran biayanya lebih rendah, penjual dapat bekerja nonstop dan mereka benar-benar menjual barang.

Respons pembuat AI pun positif Pembuatan klon AI dasar kini memerlukan biaya sekitar 8.000 yuan atau sekira Rp17 juta. Fasilitasnya mencakup satu tahun pemeliharaan teknis gratis. Pengguna juga bisa mendapatkan perangkat lunak bertenaga AI untuk naskah audio sehingga yang perlu dilakukan manusia hanyalah memasukkan nama dan harga produk yang dijual, dan biarkan kloning artificial intellegence (AI) melakukan sisanya.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!