Mengenal Peluru Ajaib Rusia, Berkecepatan Hipersonik
Kamis, 21 September 2023 - 08:00 WIB
Baca Juga: Ribuan Anjing Laut Tewas karena Dicurigai sebagai Senjata Rusia?
Mengapa peluru hipersonik diperlukan?
Sniper perlu mempertimbangkan banyak faktor balistik eksternal, seperti jangkauan ke target, arah angin, kecepatan angin, ketinggian dan ketinggian, dan bahkan kepadatan udara dan suhu untuk memaksimalkan akurasi. Namun, peluru berkecepatan tinggi atau hipersonik meminimalkan dampak faktor eksternal dan memberikan waktu lebih sedikit kepada target untuk menghindari kehancuran.
Lobaev menjelaskan sebelumnya telah menangguhkan proyek amunisi hipersonik karena kebutuhan untuk meningkatkan produksi massal senjata yang ada berdasarkan rencana pengadaan pertahanan negara. Namun, kini pengerjaan amunisi hipersonik telah dilanjutkan, karena militer Ukraina mulai menggunakan amunisi baru kaliber 10x100 mm di medan perang.
“Musuh menggunakan kaliber ini pada jarak di luar jangkauan senapan kaliber Cheytac [10,3x77 mm – Sputnik], yaitu pada jarak 2,4-2,6 kilometer. Peluru ini berbahaya karena dapat menembus pelindung baju besi pribadi dalam sekejap. Jangkauan 1,7-1,8 kilometer tanpa menggunakan peluru yang menembus lapis baja,” kata Lobaev.
Mengapa peluru hipersonik diperlukan?
Sniper perlu mempertimbangkan banyak faktor balistik eksternal, seperti jangkauan ke target, arah angin, kecepatan angin, ketinggian dan ketinggian, dan bahkan kepadatan udara dan suhu untuk memaksimalkan akurasi. Namun, peluru berkecepatan tinggi atau hipersonik meminimalkan dampak faktor eksternal dan memberikan waktu lebih sedikit kepada target untuk menghindari kehancuran.
Lobaev menjelaskan sebelumnya telah menangguhkan proyek amunisi hipersonik karena kebutuhan untuk meningkatkan produksi massal senjata yang ada berdasarkan rencana pengadaan pertahanan negara. Namun, kini pengerjaan amunisi hipersonik telah dilanjutkan, karena militer Ukraina mulai menggunakan amunisi baru kaliber 10x100 mm di medan perang.
“Musuh menggunakan kaliber ini pada jarak di luar jangkauan senapan kaliber Cheytac [10,3x77 mm – Sputnik], yaitu pada jarak 2,4-2,6 kilometer. Peluru ini berbahaya karena dapat menembus pelindung baju besi pribadi dalam sekejap. Jangkauan 1,7-1,8 kilometer tanpa menggunakan peluru yang menembus lapis baja,” kata Lobaev.
Lihat Juga :