10 Pesawat Paling Ikonik Sepanjang Masa, Nomor 9 Momok Menakutkan PD II

Minggu, 20 Agustus 2023 - 07:02 WIB
Di tengah kejayaan 747, Airbus Prancis menciptakan raja langit baru. Proyek Airbus A380 dimulai pada tahun 2000, dengan pengiriman pesawat pertama dilakukan pada 2007. Sebagai pesawat berbadan lebar dua tingkat, A380 benar-benar raksasa. Dibandingkan 747 yang memiliki punuk untuk dek keduanya, dek kedua A380 membentang di sepanjang pesawat. Dengan ruang tambahan ini, A380 dapat dikonfigurasi untuk mengangkut hingga 853 penumpang, tetapi konfigurasi tiga kelas pada umumnya menurunkannya menjadi 555.

Dengan jangkauan 8.300 mil laut, A380 mampu mengangkut penumpang dan kargo jarak jauh tanpa henti. Selain itu, bila dikonfigurasi hanya untuk kargo, dapat mengangkut 150 ton barang.

Saat pertama kali diperkenalkan, Airbus menerima pesanan terutama dari maskapai penerbangan di Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Meski 251 pesawat berhasil dijual, Airbus A380 tidak sesukses 747. Penyebabnya, ekonomi Asia dihantam SARS dan disusul krisis moneter pada 2008. Selain itu, lalu lintas penumpang terus menurun, bahkan sebelum pandemi Covid-19.

4. Antonov An-225 Mriya





Perusahaan penerbangan Antonov merupakan produsen pesawat serta pengangkut kargo udara berukuran besar yang berbasis di Kyiv. Antonov memproduksi berbagai pesawat sepanjang era Soviet, dan menjelang akhir, menciptakan pesawat kargo raksasa.

Antonov An-224 Mriya adalah pesawat kargo terbesar yang pernah dibuat. Pesawat ini dibekali enam mesin jumbo, 32 roda untuk pendaratan, dan lebar sayap 290 kaki. Pesawat ini awalnya dibangun untuk mengangkut pesawat luar angkasa Soviet, Buran.

Ketika Uni Soviet bubar, salah satu dari dua pesawat An-225 telah diuji terbang tetapi belum bersertifikat. Dengan negara terpecah belah, program Buran dibatalkan dan An-225 disimpan di Ukraina. Namun, restorasi dan peningkatan dilakukan pada pesawat dan siap digunakan pada 2001.

Antonov menggunakan An-225 dengan armada An-124 untuk menyediakan kargo udara untuk objek terbesar yang pernah diterbangkan, termasuk lokomotif kereta api.

Namun, tragedi terjadi ketika Rusia melintasi perbatasan Ukraina pada 2022, menyerang bandara Hostomel, basis operasi Antonov, menghancurkan An-225 Mriya dalam pertempuran pertama dari konflik yang masih berlangsung.

Kerusakan yang diakibatkan cukup besar. Rencana untuk menyelesaikan Mriya yang sebagian dibangun telah dilakukan, tetapi harus menunggu konflik berakhir.

5. Hughes H-4 Hercules



Perang Dunia II menghadirkan mimpi buruk logistik. U-boat merajalela di mana-mana menenggelamkan kapal pelaut Sekutu. Raja baja Henry Kaiser lantas memiliki ide menciptakan pesawat raksasa yang bisa melewati jalur pelayaran sekaligus dengan kargo udara. Untuk mewujudkannya, dia meminta bantuan perancang pesawat Howard Hughes.

Setelah melalui banyak tantangan, Hughes H-4 Hercules akhirnya terwujud, dengan lebar sayap 320 kaki, 30 kaki lebih lebar dari An-225 Mriya. Pesawat ini ditenagai delapan mesin baling-baling 28 silinder.

Hingga kini Hughes H-4 Hercules masih tercatat sebagai pesawat yang memiliki sayap terlebar yang pernah dibuat, dua kali lipat dari B-29 Superfortress, salah satu pesawat terbesar yang dibangun pada saat itu.

Hughes H-4 Hercules diuji coba terbang pada 1947 dari pelabuhan Long Beach. Pesawat ini sukses mengudara, tapi terbang hanya sekitar 70 kaki di atas air, tetapi membuktikan dapat terbang. Setelah itu Hughes H-4 Hercules tidak pernah terbang lagi.

6. Boeing B-52 Stratofortress



Era Perang Dingin melahirkan Boeing B-52 Stratofortress, armada pengebom jarak jauh Angkatan Udara AS. Boeing B-52 Stratofortress didukung oleh delapan mesin turbofan yang tergantung dari empat pod mesin. Pesawat ini dapat terbang hingga 8.800 mil dengan ketinggian 50.000 kaki dan membawa muatan hingga 70.000 pound. Meskipun dibangun untuk menjadi pembom nuklir strategis, armada ini juga pesawat serbaguna yang mampu membawa berbagai persenjataan dan sistem persenjataan.

Model pertama mulai beroperasi pada 1954 dan sejak itu telah disempurnakan berkali-kali. Meskipun B-52 menggantikan Convair B-36 setelah hanya terbang selama satu dekade, pesawat ini telah beroperasi lebih dari 70 tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!