Dampak Pemanasan Global Kian Mengerikan, India hingga Amerika Diterjang Banjir Bandang

Selasa, 11 Juli 2023 - 08:05 WIB
“Saat badai petir terjadi, uap air terkondensasi menjadi tetesan hujan dan jatuh kembali ke permukaan. Jadi saat badai ini terbentuk di lingkungan yang lebih hangat yang memiliki lebih banyak kelembapan, curah hujan meningkat,” jelas Brian Soden, profesor ilmu atmosfer di University of Miami.

Di sepanjang pantai Laut Hitam yang bergunung-gunung di Turki, hujan deras membanjiri sungai dan merusak kota-kota dengan banjir dan tanah longsor. Sedikitnya 15 orang tewas akibat banjir di daerah pegunungan lain, di barat daya China.

“Saat iklim semakin hangat, kami melihat kejadian hujan lebat menjadi lebih umum, ini adalah prediksi model iklim yang sangat kuat,” tambah Soden. “Tidak mengherankan melihat peristiwa ini terjadi,”.

Baca Juga: Ilmuwan Warning Perubahan Iklim Bisa Rusak Hutan Amazon dan Es Greenland dalam 15 Tahun

Gavin Schmidt, klimatologis dan direktur NASA Goddard Institute for Space Studies, mengatakan bahwa wilayah yang paling terpukul oleh perubahan iklim bukanlah wilayah yang mengeluarkan polutan penghangat planet dalam jumlah terbesar.

“Sebagian besar emisi berasal dari negara-negara industri Barat dan sebagian besar dampaknya terjadi di tempat-tempat yang tidak memiliki infrastruktur yang baik, yang kurang siap menghadapi cuaca ekstrem, dan tidak memiliki cara nyata untuk mengelolanya,”kataSchmidt.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!