Khawatir Timbul Risiko Spionase, Australia Larang Penggunaan TikTok

Selasa, 04 April 2023 - 19:23 WIB
Dreyfus mengatakan masih akan ada pengecualian yang diberikan berdasarkan kasus per kasus dan mitigasi keamanan yang sesuai. Namun, dia tidak memberikan keterangan detail tentang pengecualian penggunaan TikTok.

Langkah tersebut membawa Australia sejajar dengan sekutu Five Eyes dan sembilan negara lain serta organisasi multinasional yang melarang penggunaan TikTok. Di antaranya, Inggris, Amerika Serikat, India, Kanada, Selandia Baru, Taiwan, Belanda, Prancis, Denmark, Norwegia, Pakistan, dan Uni Eropa.

Kekhawatiran seputar keamanan Tik Tok meningkat setelah perusahaan mengakui tahun lalu bahwa karyawan perusahaan induknya, ByteDance, telah memata-matai jurnalis AS dari Forbes. AS pun sedang melakukan penyelidikan terhadap perusahaan tersebut.

Baca juga; Dahsyat! Larangan Amerika Ancam Pendapatan Iklan TikTok Raib Rp102 Triliun

Manajer Umum TikTok Australia Lee Hunter membantah ada masalah dengan keamanan data pribadi dan menyiratkan bahwa perusahaan tersebut mengalami penolakan karena hubungannya dengan China. “Apa pun yang Anda pikirkan tentang China, kami bukanlah China. Kami berfokus pada keamanan dan privasi pengguna,” katanya kepada program ABC Radio National pada 24 Maret.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!