30 Kali Lebih Besar dari Matahari, Pesona Supernova Bintang Wolf-Mayet Begitu Spektakuler
Sabtu, 18 Maret 2023 - 07:29 WIB
Ini berkat kemampuan teleskop mendeteksi cahaya inframerah gas saat mendingin untuk membentuk debu kosmik. “Awan itu bisa selamat dari keruntuhan supernova bintang dan berkontribusi pada jumlah debu alam semesta,” tulis NASA.
Pada 13 Oktober 2022, para astronom menemukan sistem peringatan dini untuk menyaksikan ledakan supernova saat terjadi. Seperti yang terlihat pada gambar WR 124, kepompong tebal debu mengelilingi bintang terbentuk di sekitar bintang dalam beberapa bulan terakhir sebelum meledak.
Baca juga; Langka, Berlian Hitam Diduga dari Ledakan Supernova Ditawarkan Rp98 Miliar
Setelah peristiwa supernova, yang tersisa dari sebuah bintang hanyalah inti padat, yang dapat berubah menjadi bintang neutron. Pada tahun lalu, para ilmuwan menemukan bintang neutron mati di jalur tabrakan dengan bintang masif.
Menurut mereka ini akan meledak dalam kilonova yang berapi-api, ledakan yang disebabkan oleh dua sisa bintang yang saling memperbesar. Dengan pengamatan JWST seperti ini, bisa menjelaskan asal misterius dari semua peristiwa ini.
Pada 13 Oktober 2022, para astronom menemukan sistem peringatan dini untuk menyaksikan ledakan supernova saat terjadi. Seperti yang terlihat pada gambar WR 124, kepompong tebal debu mengelilingi bintang terbentuk di sekitar bintang dalam beberapa bulan terakhir sebelum meledak.
Baca juga; Langka, Berlian Hitam Diduga dari Ledakan Supernova Ditawarkan Rp98 Miliar
Setelah peristiwa supernova, yang tersisa dari sebuah bintang hanyalah inti padat, yang dapat berubah menjadi bintang neutron. Pada tahun lalu, para ilmuwan menemukan bintang neutron mati di jalur tabrakan dengan bintang masif.
Menurut mereka ini akan meledak dalam kilonova yang berapi-api, ledakan yang disebabkan oleh dua sisa bintang yang saling memperbesar. Dengan pengamatan JWST seperti ini, bisa menjelaskan asal misterius dari semua peristiwa ini.
(wib)
Lihat Juga :