BlackBerry Pilih Perbanyak Aplikasi Lokal

Kamis, 26 Maret 2015 - 15:53 WIB
BlackBerry Pilih Perbanyak...
BlackBerry Pilih Perbanyak Aplikasi Lokal
A A A
JAKARTA - Merujuk pada rencana pemerintah membuat aturan mewajibkan smartphone berteknologi 4G LTE di Indonesia, memenuhi syarat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40%, BlackBerry Limited memiliki solusi tersendiri. Perusahaan berbasis di Waterloo ini akan memperbanyak aplikasi lokal.

Tujuannya tidak lain, yakni untuk meningkatkan skill orang Indonesia. Sebagai pemenuhan TKDN 40% ada dua hardware dan software.

"Tapi kita lebih tertarik ke software-nya. Karena software itu punya potensi kuat untuk bisa nge-drive kekuatan bangsa ini agar semakin lebih pintar. Teman-teman juga sudah tahu, orang-orang yang paling kaya di dunia dari software semua," jelas Managing Director BlackBerry Indonesia, Sofran Irchammi.

Karena aturan untuk saat ini aturan tersebut dalam masa penggodokan, BlackBerry berharap jika saat mendefinisikan kandungan lokal, jangan sampai fokusnya beralih ke hardware.

"Saya yakin pemerintah juga akan bijaksana melihatnya, karena enggak mungkin kan. Pabrik mana di Indonesia yang mampu supply kandungan lokal sebanyak itu," ujar Sofran.

Dia berandai-andai, jika pemerintah men-define langsung 40%, bisa menyebabkan produksi macet. Sofran juga meminta, agar penentuan nanti, hendaknya pemerintah akan lebih merinci, misalnya kardus 1%, baterai berapa persen, kabel data berapa persen, software berapa persen. "Intinya kita komitmen terhadap peratuan tersebut," bebernya.

Di tempat yang sama, Director Goverment Relations BlackBerry Indonesia, Kusuma Lienandjaja menyatakan, pihaknya belum mengetahui apa saja define dalam TKDN 40% tersebut. "Untuk TKDN 40% sendiri kita masih belum tahu, karena kan untuk mengkalkulasinya seperti apa. Apakah aplikasi itu sendiri masuknya ke TKDN, investasi kita ke BlackBerry Center apakah itu bisa masuk ke TKDN, dan dari dulu investasi kita sudah di situ untuk develope aplikasi," katanya.

Dia melihat, bahwa aplikasi merupakan salah satu brandwear yang sangat penting untuk ekonomi. Karena berfungsi untuk mengedukasi entrepreneur agar membuat aplikasi secara mandiri.

"Kalau kita melihat ke depan, TKDN investasinya itu ke brandwear, jadi untuk manifacturing kita belum lihat. Karena dari segi volume kan, kita enggak seperti yang lain, jadi untuk membangun manufacturing pabrik di sini kita belum ada," tutur Kusuma.

Biar bagaimanapun dia meyakini, perusahaan aware mengenai regulasi yang jadi wacana pemerintah. Untuk itu, tim BlackBerry terus berdiskusi dengan pemerintah.

"Intinya kita mendukung TKDN. Dua minggu lalu malah Chief Leader Officers BlackBerry datang dari Kanada, spesial untuk bertemu dengan Kominfo pak Rudiantara, langsung berbicara mengenai fokusnya ke TKDN dan pak Menteri sangat setuju bahwa aplikasi dan software itu harus dikembangkan di Indonesia," ungkap Kusuma.

Belakangan ini juga semakin banyak penggiat application developer yang terus dikembangkan. "Kita ikut aja aturan pemerintah seperti apa, dan sudah tentu dalam memutuskannya pemerintah akan melihat dari semua sisi baik dari goverment, user, kemudian dari pelaku-pelaku bisnis," tandasnya.

(Baca: BlackBerry Sambut Baik Soal Aturan TKDN 40%)
(dyt)
Berita Terkait
Mengapa BlackBerry Bangkrut?...
Mengapa BlackBerry Bangkrut? Ini 3 Alasannya!
Hari Ini BlackBerry...
Hari Ini BlackBerry Lawas Resmi Disuntik Mati
Layanan BlackBerry 7.1...
Layanan BlackBerry 7.1 dan 10 Tinggal Menghitung Hari
Akhir Perjalanan BB,...
Akhir Perjalanan BB, OnwardMobility Ogah Produksi BlackBerry 5G
Nasib BlackBerry Sekarang,...
Nasib BlackBerry Sekarang, Nyerah Jualan HP Banting Setir ke Software Keamanan
Sempat Jadi Raja Smartphone...
Sempat Jadi Raja Smartphone Dunia, Harga HP BlackBerry Sekarang Tinggal Segini
Berita Terkini
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
16 jam yang lalu
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
18 jam yang lalu
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
19 jam yang lalu
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
1 hari yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
1 hari yang lalu
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
1 hari yang lalu
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved