Jaringan 5G Diklaim akan Bawa Perubahan Besar

Senin, 01 Desember 2014 - 12:15 WIB
Jaringan 5G Diklaim...
Jaringan 5G Diklaim akan Bawa Perubahan Besar
A A A
LONDON - Jika selama ini mengunduh video banyak memakan waktu, tapi tidak dengan jaringan 5G yang kini memasuki masa percobaan.

Rahim Tafazolli ditunjuk memimpin proyek bernilai jutaan pound, Pusat Inovasi 5G di Universitas Surrey.

"5G akan menjadi perbaikan dramatis dan harmonisasi spektrum radio," katanya, seperti dikutip dari BBC, Senin (1/12/2014).

Perbaikan yang dilakukan seperti menghubungkan dengan benar kota-kota cerdas, operasional jarak jauh, mobil otonom dan hal-hal yang terkait dengan internet.

Tampaknya bahwa istilah harmonisasi spektrum radio merupakan kunci.Di mana, data ditransmisikan melalui gelombang radio. Gelombang radio dibagi menjadi band dengan frekuensi berbeda.

Masing-masing band disediakan untuk berbagai jenis komunikasi, seperti sinyal navigasi penerbangan dan maritim, siaran televisi dan mobile data.

Penggunaan pita frekuensi tersebut diatur oleh International Telecommunication Union (ITU).

Saat ini, spektrum frekuensi radio masih sedikit berantakan. Sebagai teknologi baru telah dikembangkan, frekuensi akan mengisi celah-celah yang ada. Sehingga kecepatan koneksi dan reliabilitas akan tercipta.

5G diklaim juga akan beroperasi lebih cepat. Tafazolli percaya, menjalankan koneksi data nirkabel pada 800Gbps, akan 100 kali lebih cepat dari pengujian 5G saat ini.

Ketika Samsung mengumumkan pada 2013 itu sedang menguji 5G di 1Gbps, berarti film HD bisa di-download dalam hitungan detik. Sehingga, jika kecepatan 800Gbps akan sama dengan men-download 800 film HD.

"Jaringan akan perlu mengatasi peningkatan besar dalam permintaan komunikasi," kata Kepala Penelitian Ericsson, Sara Mazur, salah satu perusahaan terkemuka pengembangan 5G.

Pada 2020 diperkirakan 50-100 miliar perangkat akan terhubung ke internet. Jadi, koneksi berjalan di pita frekuensi yang berbeda, akan dibentuk untuk mengatasi permintaan.

Kenaikan besar dalam perangkat yang terhubung akan menyebabkan ledakan dalam menggunakan jaringan 5G.

Perusahaan termasuk China Huawei sudah berbicara tentang menggunakan 5G, untuk membiarkan mobil otonom berkomunikasi satu sama lain.

Sementara itu, di Korea Selatan, Samsung berharap meluncurkan uji coba jaringan 5G sementara pada waktunya untuk 2018 di Olimpiade Musim Dingin.

Tidak mau kalah, Huawei berlomba menerapkan versi yang sama untuk Piala Dunia 2018 di Moskow.

Meskipun persaingan tersebut jelas dan sejumlah perusahaan masing-masing berinvestasi besar dalam R&D.

"Persaingan itu sampai 6G datang di sekitar 2040," komentar Tafazolli.
(dyt)
Berita Terkait
Jangkau Semua Wilayah...
Jangkau Semua Wilayah di Indonesia, SPL dan Protelindo Siapkan Teknologi HAPS
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
Hampir 100% Operasional...
Hampir 100% Operasional Telkomsel Dikendalikan dari Rumah
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel...
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel Melayani Masyarakat untuk Kemajuan Indonesia
Kualitas Infrastruktur...
Kualitas Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi selama Mudik 2023 Terjaga
Tawarkan Layanan Data...
Tawarkan Layanan Data 'Bebas Khawatir', Benarkah akan Ada Operator Baru?
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
4 jam yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
5 jam yang lalu
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
5 jam yang lalu
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
6 jam yang lalu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
6 jam yang lalu
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
6 jam yang lalu
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved