Hampir 100% Operasional Telkomsel Dikendalikan dari Rumah
Selasa, 21 April 2020 - 23:00 WIB
loading...
Hampir semua operasional Telkomsel sejak diberlakukan work from home dikendalikan dari rumah. Ini sesuai dengan imbauan pemerintah terkait penyebaran COVID-19. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Operasional Telkomsel kini hampir 100% dilakukan secara jarak jauh atau remote dari rumah. Hal ini sesuai imbauan dari pemerintah tentang work from home (WFH) sejak satu bulan lalu.
"Hanya beberapa pekerjaan yang tidak bisa dilakukan secara remote. Mereka (karyawan Telkomsel) yang tetap bekerja dilengkapi surat dari Kementerian Kominfo dan pihak terkait. Industri telekomunikasi menjadi salah satu dari delapan pekerjaan yang masih diperbolehkan beraktivitas oleh pemerintah di masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar)," kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro.
Selain dibekali surat, tegas Setyanto, pekerja di lapangan juga mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar dari pemerintah. "Kini monitoring juga bisa dilakukan dari rumah. Jadi pekerjaan teknis yang benar2 tak bisa dilakukan secara remote baru di-handle oleh orang lapangan, baik itu mitra kami atau karyawan Telkomsel," imbuh Setyanto.
Telkomsel sendiri sudah mengaplikasikan business continuity management sejak Januari 2020. Di mana bencana seperti pandemik ini menjadi bagiannya. "Sejak Februari kami menetapkan tak ada karyawan yang melakukan perjalanan ke luar. Sementara WFH sudah diberlakukan sejak 17 Maret lalu. Yang terpenting bagi Telkomsel adalah keselamatan karyawan dan keluarganya," cetusnya.
Diakuinya ada dua karyawan yang meninggal karena terinfeksi COVID-19. Perusahaan sendiri memiliki respons tersendiri bila ada karyawannya yang menjadi korban virus Corona. "Kami memiliki rumah isolasi dan bagi keluarganya juga kami perhatikan dengan baik," ujarnya.
"Hanya beberapa pekerjaan yang tidak bisa dilakukan secara remote. Mereka (karyawan Telkomsel) yang tetap bekerja dilengkapi surat dari Kementerian Kominfo dan pihak terkait. Industri telekomunikasi menjadi salah satu dari delapan pekerjaan yang masih diperbolehkan beraktivitas oleh pemerintah di masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar)," kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro.
Selain dibekali surat, tegas Setyanto, pekerja di lapangan juga mengenakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar dari pemerintah. "Kini monitoring juga bisa dilakukan dari rumah. Jadi pekerjaan teknis yang benar2 tak bisa dilakukan secara remote baru di-handle oleh orang lapangan, baik itu mitra kami atau karyawan Telkomsel," imbuh Setyanto.
Telkomsel sendiri sudah mengaplikasikan business continuity management sejak Januari 2020. Di mana bencana seperti pandemik ini menjadi bagiannya. "Sejak Februari kami menetapkan tak ada karyawan yang melakukan perjalanan ke luar. Sementara WFH sudah diberlakukan sejak 17 Maret lalu. Yang terpenting bagi Telkomsel adalah keselamatan karyawan dan keluarganya," cetusnya.
Diakuinya ada dua karyawan yang meninggal karena terinfeksi COVID-19. Perusahaan sendiri memiliki respons tersendiri bila ada karyawannya yang menjadi korban virus Corona. "Kami memiliki rumah isolasi dan bagi keluarganya juga kami perhatikan dengan baik," ujarnya.
Lihat Juga :