Cerita Perjuangan Vendor TV Lokal di Tengah Gempuran Asing

Sabtu, 02 November 2019 - 08:12 WIB
Cerita Perjuangan Vendor...
Cerita Perjuangan Vendor TV Lokal di Tengah Gempuran Asing
A A A
JAKARTA - Vendor televisi lokal, Akari , sudah 27 tahun malang-melintang di industri elektronik Tanah Air. Lama tak terdengar kabarnya, akhirnya Akari kembali meluncurkan inovasi produk smart TV dengan teknologi SmartConnect.

Secara garis besar, TV pintar ini bisa dengan mudah menghubungkan smartphone ke TV tanpa perlu repot-repot menggunakan WiFi. Menariknya, apapun yang dilakukan di ponsel bisa dinikmati di layar TV.

Namun bagaimana eksistensi Akari di tengah gempuran vendor televisi asing? CEO PT Akari Indonesia, Kenny Kwe mengakui, vendor televisi memang didominasi oleh pemain asing. Hanya dua vendor televisi lokal besar yang bertahan di Indonesia, yakni Akari dan Polytron.

Kendati demikian, dia tak menyebut berapa pangsa pasar yang mereka miliki di Indonesia. Pposisi Akari sendiri di pasar diklaim diakui Kenny cukup jelas. Sebab Akari kini merambah ke hampir semua kota dan kabupaten di Indonesia.

"Kami memiliki 18 pusat servis sendiri dan 50 lainnya bekerja sama dengan pihak lain. Ini tersebar di seluruh Indonesia, dari Kota Medan, Palembang, Jakarta, Jember, Kediri, Makassar, Surabaya, Samarinda, dan lain-lain," sebutnya saat peluncuran Akari SmartConnect di Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Soal persaingan dengan vendor televisi asing, Kenny menyebut, Akari masuk ke pasar kelas A hingga C. Ia mencontohkan, untuk SmartConnect TV sendiri ada tiga ukuran yang dirilis yakni 32, 40, dan 43 inci. Dari produk ini saja, konsumen yang disasar dari mulai kelas C hingga A.

Untuk daerah dengan minim koneksi internet, kelas A masih bisa membeli produk Akari SmartConnect. Dia pun percaya dengan produk baru ini Akari mampu bersaing dengan vendor asing. Alasanya, belum ada vendor televisi lain yang memiliki teknologi serupa.

Ditanya soal bagaimana dengan pasar televisi tahun depan, Kenny mengatakan akan tetap sama seperti tahun ini. Ini dikarenakan kebiasaan konsumen saat ini.

"Pasar elektronik tahun depan perkiraan saya tidak banyak berbeda dengan tahun ini. Salah satu alasannya behavior yang ada sekarang, itu yang menyebabkan pasar televisi dunia itu turun. Kalau 5 tahun lalu, 4 tahun lalu satu kamar satu TV, sekarang?" pungkas Kenny Kwe.
(mim)
Berita Terkait
Kupas Tuntas, Televisi...
Kupas Tuntas, Televisi Pintar Hisense U6H yang Terjangkau dengan Spesifikasi Gahar
9 Rekomendasi Smart...
9 Rekomendasi Smart TV Terbaik dengan Harga Murah
Dilengkapi Teknologi...
Dilengkapi Teknologi Kekinian, Panasonic Hadirkan OLED TV dan Smart TV 4K Terbaru
HiSense Hadirkan ULED...
HiSense Hadirkan ULED 4K Smart TV
Televisi dengan Engine...
Televisi dengan Engine Revolusioner AI Diperkenalkan
Inovasi TV dengan Teknollogi...
Inovasi TV dengan Teknollogi All Around Design Diperkenalkan
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
51 menit yang lalu
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
12 jam yang lalu
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
17 jam yang lalu
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
19 jam yang lalu
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
19 jam yang lalu
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
20 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved