Menristekdikti Minta Mahasiswa Lakukan Ini untuk Hadapi Industri 4.0

Rabu, 21 Agustus 2019 - 14:00 WIB
Menristekdikti Minta...
Menristekdikti Minta Mahasiswa Lakukan Ini untuk Hadapi Industri 4.0
A A A
BULELENG - Generasi milenial dihadapkan pada kehidupan serba-digital. Big Data, kecerdasan buatan (AI), robotik, internet of things (IoT) nantinya akan ditemukan dalam kehidupan keseharian.

Karena itu, para intelektual muda, mahasiswa diwajibkan untuk melek teknologi. Meskipun itu bukan bidang yang digelutinya.

"Ke depan ID yang berupa chip kecil bisa ditanamkan ke dalam tubuh manusia. Lalu segala aktivitasnya bisa terpantau. Semua hal akan berhubungan dengan internet sehingga menghasilkan Big Data. Jadi Revolusi Industri 4.0 harus dijawab generasi muda, para mahasiswa dengan pengetahuan yang luas," kata Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat menutup Orientasi Pengenalan Kehidupan Kampus dan Kuliah Umum di Universitas Pendidikan Ganesha di Buleleng, Bali.

Lebih lanjut Mohamad Nasir mengatakan, semua tantangan itu harus bisa dijawab oleh mahasiswa dengan terus mengembangkan diri. "Jangan bergantung pada kuliah. Karena 60-80% pengetahuan yang kalian dapat itu dari dunia luar," ungkapnya.

Perkuliahan pun nantinya tak melulu di ruang kelas. Kuliah bisa dilakukan melalui ruang gadget dan hal ini sudah ada peraturannya.

Perkuliahan di ruang kelas berhadaoan dengan dosen semua. Ke depan dengan gadjet. Bisa dilakjkan kapan pun di manapun. "Sistem perkuliahan bisa dilakukan secara online" imbuh Menristekdikti.

Melihat tantangan Revolusi Industri 4.0, dia mendesak para intelektual muda membekali diri dengan 21+ century skills. Yakni, mahasiwanya harus punya digital talent.

"Pertama, cara berpikirnya harus maju, tidak bergantung pada materi kuliah. Bekal dari kampus untuk mengarungi tantangan dunia hanya 30-50% dan sisanya dari luar," kata Nasir.

Lalu, lanjut dia, cara kerjanya harus team work atau secara tim. Mahasiswa dituntut bekerja sama dengan mahasiswa lain atau pihak lainnya. Sehingga ada kolaborasi antarilmu yang bisa mempermudah suatu inovasi diciptakan.

Mahasiswa juga wajib memperkaya literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. "Mahasiswa dituntut memperkaya datanya. Dengan memperbanyak literasi keilmuannya," sarannya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Pendidikan Ganesha, I Nyoman Jampel, menyatakan, Revolusi Industri 4.0 menuntut kampus menyiapkan SDM mahasiswa sesuai kebutuhan pasar. "Revolusi Industri 4.0 menghasillan ketidakpastian. Kita tidak tahu kedepan pekerjaan mana yang hilang dan pekerjaan baru mana yang muncul," tuturnya.

Dia pun menegaskan, Universitas Pendidikan Ganesha siap menghapi Revolusi Industri 4.0. Salah satu caranya dengan beralih dari kurikulum lama.le kurikulum 2019 yang berbasis kompetensi.
(mim)
Berita Terkait
Lewat HAI Fest 2020,...
Lewat HAI Fest 2020, TelkomGroup Tegaskan Pentingnya Transformasi Digital
Pentingnya Kawasan Industri...
Pentingnya Kawasan Industri Mengadopsi Industri 4.0
Cerdas Menyikapi Kemajuan...
Cerdas Menyikapi Kemajuan Teknologi
Akselerasi Transformasi...
Akselerasi Transformasi Industri 4.0, Widya Matador Hadirkan Perangkat Berbasis IoT
Terapkan IoT, Industri...
Terapkan IoT, Industri Perhotelan Bisa Tekan Biaya Hingga 40%
Lintasarta Bangun Power...
Lintasarta Bangun Power House HUB VSAT dan Perluas Network Operation Control
Berita Terkini
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
2 jam yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
4 jam yang lalu
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
4 jam yang lalu
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
16 jam yang lalu
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
16 jam yang lalu
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
17 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Minta 50%...
Donald Trump Minta 50% Saham TikTok untuk Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved