AS Makin Galak, 46 Anak Usaha Huawei Masuk Daftar Hitam

Rabu, 21 Agustus 2019 - 05:01 WIB
AS Makin Galak, 46 Anak...
AS Makin Galak, 46 Anak Usaha Huawei Masuk Daftar Hitam
A A A
WASHINGTON - Huawei telah menerima moratorium atau masa kelonggaran 90 hari lagi dari sanksi perdagangan oleh Pemerintah AS setelah Lisensi Umum Sementara (TGL) dirilis pada bulan Mei lalu. Ini memberi perusahaan China itu tiga bulan lagi untuk terus membeli komponen pendukung produknya dari perusahaan AS.

Perpanjangan kelonggaran itu mungkin terdengar seperti langkah menuju penghapusan definitif larangan impor/ekspor untuk Huawei. Pemerintah AS sendiri telah menjelaskan tiga bulan tambahan ini hanya dimaksudkan untuk memberi konsumen AS waktu yang dibutuhkan untuk melepaskan perangkat bermerek Huawei.

Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross mengatakan, mereka terus mendesak konsumen untuk beralih dari produk Huawei. "Secara bersamaan, kami terus-menerus bekerja di departemen untuk memastikan bahwa setiap ekspor ke Huawei dan afiliasinya tidak melanggar ketentuan Pencatatan Entitas atau Lisensi Umum Sementara," kata Wilbur Ross seperti dilansir dari laman Giz China.

Menariknya, dalam pengumuman yang sama, Departemen Perdagangan AS juga menyatakan mereka telah mengidentifikasi 46 anak perusahaan lebih dari Huawei yang akan ditambahkan ke Daftar Entitas atau daftar hitam. Impor atau ekspor barang yang tidak tercakup oleh data TGL akan memerlukan aplikasi untuk lisensi dan diarahkan ke Kantor Industri dan Keamanan "dengan anggapan penolakan".

Huawei pun langsung bereaksi keras sehubungan dimasukkannya anak perusahaan mereka dalam Daftar Entitas. "Kami menentang keputusan Departemen Perdagangan AS untuk memasukkan 46 anak perusahaan Huawei lainnya dalam Daftar Entitas. Jelas bahwa keputusan ini, yang diambil pada saat tertentu, memiliki motivasi politik. Dan tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional," kata perwakilan Huawei.

"Tindakan ini melanggar prinsip dasar persaingan pasar bebas. Mereka tidak menguntungkan siapa pun, termasuk perusahaan Amerika. Upaya untuk menekan bisnis Huawei tidak akan membantu Amerika Serikat mencapai kepemimpinan teknologi. Kami meminta Pemerintah Amerika Serikat untuk mengakhiri perlakuan tidak adil ini dan menghilangkan Huawei dari Daftar Entitas," kata Huawei lagi.

Lebih lanjut mereka mengatakan, perpanjangan lisensi umum sementara tidak mengubah fakta bahwa Huawei telah diperlakukan secara tidak adil. Keputusan hari ini tidak akan berdampak besar pada bisnis Huawei dengan cara apa pun. "Kami akan terus fokus pada pengembangan produk terbaik. Dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan kami di seluruh dunia," ujarnya.
(mim)
Berita Terkait
Huawei Sebut Kebijakan...
Huawei Sebut Kebijakan Terbaru AS Kejam dan Tak Beralasan
Saingi Google, Huawei...
Saingi Google, Huawei Luncurkan Search Engine Sendiri
AMD Dikabarkan Kantongi...
AMD Dikabarkan Kantongi Lisensi untuk Pasok Huawei
AS Akhirnya Bersikap...
AS Akhirnya Bersikap Melunak Terhadap Huawei, Kok Bisa?
Selamat Tinggal OS Android,...
Selamat Tinggal OS Android, Huawei Luncurkan Ponsel OS Harmony Tahun Depan
MediaTek: Kami Tidak...
MediaTek: Kami Tidak akan Menjual Chipset ke Huawei Secara Ilegal
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
16 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
18 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
18 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
18 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
18 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
19 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved