Kekerasan Hingga Rasisme, Inilah 7 Game Paling Kontroversial di Dunia

Selasa, 25 Juni 2019 - 16:37 WIB
Kekerasan Hingga Rasisme,...
Kekerasan Hingga Rasisme, Inilah 7 Game Paling Kontroversial di Dunia
A A A
JAKARTA - Hingga saat ini dunia game memang penuh dengan pro dan kontra. Meski keberadaan game bisa menjadi alternatif hiburan penghilang stres, tak sedikit pula orang yang malah kecanduan bermain game.

Game juga dinilai memiliki dampak buruk bagi anak-anak dan remaja. Hal tersebut tak dapat dipungkiri lantaran banyak adegan di dalam game yang mengandung unsur kekerasan, pornografi serta aksi sadis dan brutal.

Saat ini saja banyak beredar game dengan unsur-unsur tersebut. Tak sedikit juga yang menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Berdasarkan penelusuran SINDOnews, berikut ini tujuh game paling kontroversial di dunia:

1. PlayerUnknown’s Battleground (PUBG)
Kekerasan Hingga Rasisme, Inilah 7 Game Paling Kontroversial di Dunia

Belakangan game PUBG banyak diperbincangkan karena menimbulkan kontroversi. Game berjenis battle royale ini pertama kali menimbulkan kontroversi karena aksi teroris yang melakukan penembakan sadis di dua masjid yang ada di Christchurch, Selandia Baru.

PUBG diduga menjadi inspirasi teroris yang diketahui melakukan aksinya dengan menayangkan secara live di Facebook. Alhasil berbagai negara pun mencekal dan menetapkan peraturan khusus agar bisa memainkan permainan ini, sebut saja Malaysia, Irak, dan India.

2. Mass Effect
Kekerasan Hingga Rasisme, Inilah 7 Game Paling Kontroversial di Dunia

Game besutan pengembang asal Kanada ini menampilkan adegan persetubuhan antar manusia dengan ras makhluk asing. Meski menuai kecaman, BioWare sebagai pengembang tak gentar menelurkan kembali game terbaru mereka bertajuk Mass Effect 2.

Meski masih menampilkan adegan yang sama, pada Mass Effect 2 masih tergolong aman. Hanya hal tersebut lagi-lagi memancing kontroversi. Adegan seks di Mass Effect 2 bisa terjadi antara karakter utama, Commander Shephard dengan tokoh lain seperti Miranda Lawson, Subject Zero atau Tali'Zorah

3. Mortal Kombat
Kekerasan Hingga Rasisme, Inilah 7 Game Paling Kontroversial di Dunia

Game ini adalah seri permainan video pertarungan yang dibuat oleh Ed Boon dan John Tobias pada tahun 1992. Mortal Kombat awalnya hanya ada di Arkade. Lalu diangkat oleh Acclaim Entertainment untuk diterbitkan di konsol permainan video. Terakhir, Midway Games mengambilalih Mortal Kombat.

Keberadaan game fighting memang sudah ada di industri game jauh sebelum seri pertama Mortal Kombat dirilis. Hanya saat itu belum ada game fighting yang sebrutal Mortal Kombat.

Kekerasan yang ditampilkan tidak hanya sebatas cipratan darah saja. Pun gerakan fatality seperti pemenggalan kepala, perobekan jantung, bahkan menghancurkan lawan hingga tidak dikenali wujudnya.

4. Grand Theft Auto (GTA)
Kekerasan Hingga Rasisme, Inilah 7 Game Paling Kontroversial di Dunia

Siapa yang tak kenal dengan GTA, game itu masih tetap dicintai oleh para gamer dan permainan ini juga tidak lepas dari kontroversi. Pengembang game ini Rockstar Games telah beberapa kali digugat karena dianggap bertanggung jawab atas beberapa kasus pembunuhan.

Game GTA bahkan tercatat memiliki rekok buruk di Guinnness World of Record 'Gamers Editon' dengan menerima lebih dari 4.000 artikel di media yang berisi protes. Karena adegan yang ada di dalam game ini dinilai memiliki tindak kriminal dan kekerasan yang berlebihan.

5. Resident Evil 5
Kekerasan Hingga Rasisme, Inilah 7 Game Paling Kontroversial di Dunia

Game zombie tersebut mengambil setting di wilayah fiksi menyerupai Afrika. Dalam footage awal, tokoh utama Chris Redfield yang berkulit putih menembaki beberapa zombie kulit hitam. Hal ini dinilai sebagai penggambaran perbudakan dan rasisme.

6. RapeLay
Kekerasan Hingga Rasisme, Inilah 7 Game Paling Kontroversial di Dunia

Rapelay adalah sebuah game di mana pemainnya berperan sebagai monster seks yang tugasnya adalah memperkosa perempuan yang ada di dalam game.

Misi pemainnya adalah untuk memperkosa para gadis. Tema ini dinilai sangat kontroversial sehingga dilarang masuk di berbagai dunia, dan negara-negara yang melarang game ini dijual adalah Argentina, Indonesia, dan Selandia Baru.

7. Watch Dog
Kekerasan Hingga Rasisme, Inilah 7 Game Paling Kontroversial di Dunia

Game ini merupakan game Ubisoft yang dirilis pada 2014. Meski rekor penjualannya sangat baik, game yang mengangkat tema hacker tersebut cukup kontroversial lantaran terdapatnya hal-hal yang menyinggung rasisme di dalam permainannya.

Watch Dog diduga menyudutkan suatu bangsa dan agama dengan menampilkan karakter teroris bernama Irak yang sangat kejam. Bukan hanya rasisme, Watch Dog juga mengandung konten pornografi dan iluminati sehingga menjadi semakin kontroversial.
(mim)
Berita Terkait
SINDOnews Masuk Jajaran...
SINDOnews Masuk Jajaran Teratas Media Online di Indonesia versi Dable
Pertama Sukses, Ubisoft...
Pertama Sukses, Ubisoft Forward Kedua bakal Digelar di Tahun ini Juga
7 Game Offline Android...
7 Game Offline Android yang Dapat Dimainkan Tanpa Kuota Internet
Uplay Gratiskan Game...
Uplay Gratiskan Game The Division hingga 7 September Mendatang
7 Game Offline Android...
7 Game Offline Android Terbaik yang Seru Dimainkan, Ada Favoritmu?
Fitur Game di RCTI Plus...
Fitur Game di RCTI Plus Sajikan Pertarungan Game Online, Yuk Disedot
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
10 jam yang lalu
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
11 jam yang lalu
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
11 jam yang lalu
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
11 jam yang lalu
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
11 jam yang lalu
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
1 hari yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved