Apakah Anda Punya Akun Snapchat? Kalau Punya, Perlu Baca Ini!

Minggu, 26 Mei 2019 - 22:15 WIB
Apakah Anda Punya Akun...
Apakah Anda Punya Akun Snapchat? Kalau Punya, Perlu Baca Ini!
A A A
CALIFORNIA - Hanya karena pesan dan video di Snapchat yang dikirim dalam Obrolan menghilang setelah dibaca, itu bukan berarti kontennya disembunyikan dengan aman dari pengintaian.

Menurut Motherboard, seperti dilansir dari laman SlashGear, data ini berakhir di server Snapchat, bahkan jika untuk periode waktu yang singkat. Dan ternyata, beberapa karyawan Snap -perusahaan induk Snapchat- menggunakan alat khusus untuk mengakses konten ini.

Menggunakan alat yang disebut SnapLion, dibuat untuk membantu informasi akses penegakan hukum dari akun Snapchat dengan syarat perintah pengadilan atau panggilan pengadilan. Beberapa karyawan Snap dapat mengakses data pelanggan.

Mereka bisa mengakses konten terkunci yang belum dihapus, data lokasi, alamat email, dan nomor telepon. Inilah yang diduga dilihat secara ilegal oleh orang-orang yang bekerja untuk perusahaan media sosial tersebut. Dugaan ini dibuat oleh mantan karyawan Snap.

Tidak setiap orang yang bekerja untuk perusahaan menggunakan alat SnapLion secara ilegal. Ini digunakan oleh tim keamanan Snapchat dan orang-orang di dalam perusahaan yang mencari anggota yang membuat posting kasar yang mengganggu, melecehkan, atau spam anggota lainnya. Snapchat memonitor mereka yang menggunakan alat ini, tapi ternyata ini bukan sistem yang sempurna menurut seorang mantan karyawannya.

Orang lain yang dulu bekerja untuk Snap mengatakan, memiliki akses ke SnapLion seperti memiliki "kunci kerajaan". Seorang karyawan Snap tidak akan mengakui bahwa alat SnapLion telah digunakan tak semestinya oleh karyawan. Hanya mengatakan perusahaan memiliki "sistem yang baik" untuk mencegah hal-hal seperti itu terjadi kemungkinan besar lebih awal daripada startup yang ada.

Snap memang mengeluarkan pernyataan di mana mereka mengklaim hanya menyimpan sejumlah kecil data pengguna. Perusahaan menambahkan kebijakan dan kontrol yang kuat membatasi siapa yang dapat melihatnya dan siapa pun karyawan yang melihat informasi tanpa otorisasi segera dipecat.

"Melindungi privasi adalah hal terpenting di Snap. Kami menyimpan sangat sedikit data pengguna, dan kami memiliki kebijakan dan kontrol yang kuat untuk membatasi akses internal ke data yang kami miliki. Akses tanpa izin apa pun adalah pelanggaran yang jelas terhadap standar perilaku bisnis perusahaan dan, jika terdeteksi, mengakibatkan penghentian segera," kata Juru Bicara Snapchat.

Januari lalu, Snapchat menambahkan enkripsi ujung-ke-ujung tiga tahun setelah Amnesty International menempatkan peringkat Snapchat sebagai salah satu aplikasi perpesanan yang paling tidak dilindungi dalam hal privasi anggota.
(mim)
Berita Terkait
Snapchat Kini Bisa Tambahkan...
Snapchat Kini Bisa Tambahkan Musik dalam Unggahan
Snapchat Luncurkan Masker...
Snapchat Luncurkan Masker Wajah Augmented Reality
Cara Praktis Menghapus...
Cara Praktis Menghapus Informasi Data Pribadi dari Internet
Snapchat Kenalkan Fitur...
Snapchat Kenalkan Fitur Baru Shared Stories, Bikin Kenangan Makin Berkesan
Pengamat Sebut Browsing...
Pengamat Sebut Browsing History di Peramban Tak Bisa Diklaim Data Pribadi
Curi Data dan Picu Gangguan...
Curi Data dan Picu Gangguan Mental, Kanada Periksa TikTok
Berita Terkini
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
13 jam yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
1 hari yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
1 hari yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
1 hari yang lalu
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
1 hari yang lalu
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
2 hari yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved