Banjir Keluhan Orang Tua, Pemerintah Nepal Resmi Blokir PUBG

Minggu, 14 April 2019 - 06:22 WIB
Banjir Keluhan Orang...
Banjir Keluhan Orang Tua, Pemerintah Nepal Resmi Blokir PUBG
A A A
KATHMANDU - Game online Player Unknown's Battle Ground (PUBG) lagi-lagi menuai kecaman. Di Indonesia fatwa haram soal PUBG masih dikaji, kini, game bergenre battle royale itu diblokir di Nepal oleh pemerintah setempat.

Langkah ini diambil setelah Kepolisian Nepal (Metropolitan Crime Division) mengajukan litigasi kepentingan publik ke Pengadilan Distrik Kathmandu, Rabu (10/4/2019) lalu.

Tak butuh waktu lama, selang sehari kemudian Otoritas Telekomunikasi Nepal mengeluarkan surat edaran untuk semua penyedia layanan internet untuk memblokir PUBG atas instruksi Pengadilan Distrik Kathmandu.

"Kami menerima perintah dari pengadilan untuk melarang PUBG setelah banjir keluhan dari orang tua, wali kelas dan organisasi sekolah untuk memblokir PUBG," kata Kepala Metropolitan Crime Division Dhiraj Singh, seperti dikutip Kathmandu Post, Sabtu (13/4/2019).

"Kami juga mengadakan diskusi dengan para psikiater sebelum meminta pengadilan distrik Kathmandu untuk surat putusan blokir game," imbuh dia.

Sementara itu, Roshan Shrestha, seorang siswa BIT semester kelima di KIST College, menyatakan bahwa langkah pihak berwenang untuk melarang PUBG ini konyol. "Daripada mengeluh, orang tua seharusnya mengawasi anak-anak mereka dan memastikan bahwa mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk gadget dan permainan," kata Shrestha yang juga pemain PUBG. "Larangan bukanlah solusi," katanya lagi.

Game pertempuran bertahan hidup ini dibuat oleh perusahaan Korea Selatan Bluehole. Inc. Permainan ini telah diunduh lebih dari 100 juta kali di seluruh dunia sejak diluncurkan pada 2017.

Keputusan yang diambil oleh Pemerintah Nepal serupa dengan India. Beberapa kota di Gujarat, India, telah lebih dulu mengeluarkan aturan soal PUBG.

Bagaimana dengan Indonesia? Sampai sekarang PUBG masih aman-aman saja. Wacana pengharaman game oleh Majelis Ulama Indonesia pascaserangan teroris terhadap masjid di Selandia Baru sampai sekarang belum juga teralisasi.
(mim)
Berita Terkait
PUBG Mobile dan Likee...
PUBG Mobile dan Likee Kolaborasi Beri Tantangan untuk yang #DiRumahAja
Pengembang PUBG Akuisisi...
Pengembang PUBG Akuisisi 20% Saham Perusahaan Game Asal Jepang
PUBG Mobile Kantongi...
PUBG Mobile Kantongi Pendapatan Rp36,7 Triliun Sepanjang 2020
Daftar Juara PUBG Mobile...
Daftar Juara PUBG Mobile Pro League Southeast Asia Season 1
Game PUBG Mobile Resmi...
Game PUBG Mobile Resmi Cabut dari India
Bikin Gamer Sehat, PUBG...
Bikin Gamer Sehat, PUBG Mobile Tambah Fitur 'Healthy Gameplay System'
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
9 jam yang lalu
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
13 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
16 jam yang lalu
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
19 jam yang lalu
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
2 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
2 hari yang lalu
Infografis
Harta Kekayaan Ivan...
Harta Kekayaan Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK yang Blokir Rekening Nganggur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved