Kaspersky Lab: 13% Orang di Dunia Gunakan Mata Uang Kripto

Senin, 25 Februari 2019 - 23:02 WIB
Kaspersky Lab: 13% Orang...
Kaspersky Lab: 13% Orang di Dunia Gunakan Mata Uang Kripto
A A A
JAKARTA - Saat ini mata uang kripto telah berubah menjadi metode pembayran yang populer. Hal tersebut diketahui dari laporan terbaru Kaspersky Lab.

Menurut laporan terbaru-nya satu dari sepuluh orang atau 13% di seluruh dunia kini menggunakannya untuk transaksi pembelian.

Untuk kawasan Asia Tenggara, 28% dari 451 responden di Vietnam dan 27% persen dari 494 responden di Indonesia mengaku pernah menggunakan teknologi keuangan ini.

Namun, semakin tingginya minat masyarakat dalam menggunakan mata uang kripto untuk berinvestasi dan bertransaksi, dompet digital mereka juga semakin rentan dicuri, berpotensi mengalami pertukaran yang tidak aman dan Initial Coin Offerings (ICOs).

Kepala Verifikasi, Growth Centre di Kaspersky Lab Vitaly Mzokov mengatakan meskipun terdapat penurunan nilai mata uang kripto, para konsumen masih memiliki keinginan kuat untuk melakukan transaksi digital di antara mereka.

"Riset konsumen kami menemukan bahwa 13% orang telah menggunakan mata uang kripto sebagai metode pembayaran, hal ini cukup mengejutkan. Namun, ada juga bahaya nyata terkait dengan pertukaran digital ini, karena sifatnya yang masih dalam fase pengembangan," katanya dalam keterangan resmi.

Menurutnya, dengan ancaman para pelaku kejahatan siber yang menjadi lebih canggih dalam melakukan serangan, pertukaran mata uang digital dan ICO menjadi target utama mereka karena memberikan akses untuk mencuri dana dengan jumlah besar karena kurangnya ketersediaan keamanan siber.

Untuk konsumen yang ingin terus menggunakan mata uang kripto sebagai metode investasi dan pembayaran, Kaspersky Lab merekomendasikan:

1. Selalu memverifikasi alamat dompet web dan tidak mengikuti tautan ke bank online atau dompet web

2. Menggunakan dompet perangkat keras mata uang kripto

3. Memeriksa alamat penerima, jumlah yang dikirim, dan perkiraan biaya terkait sebelum mengirim transaksi

4. Menulis frasa mnemonik yang memungkinkan Anda memulihkan dompet kripto jika terjadi kehilangan atau lupa kata sandi.

5. Menginstal solusi keamanan berkualitas tinggi, seperti Kaspersky Internet Security, guna melindungi perangkat yang Anda gunakan untuk mengakses dompet kripto dan penjualan di pertukaran kripto.
(wbs)
Berita Terkait
Penelitian Sebut Aplikasi...
Penelitian Sebut Aplikasi Kencan Aman Tapi Cyberstalking dan Doxing
Aplikasi Tipuan Berisi...
Aplikasi Tipuan Berisi Malware Ancam Pemain Minecraft
Khawatir Mengancam Keamanan...
Khawatir Mengancam Keamanan Nasional, AS Blacklist Antivirus Kaspersky
Kaspersky Sebut Anak...
Kaspersky Sebut Anak Muda Enggan Kembali Bekerja dari Kantor
Jerman Peringatkan Penggunaan...
Jerman Peringatkan Penggunaan Anti-Virus Rusia, Kaspersky: Itu Politis!
Pakai OS Kaspersky,...
Pakai OS Kaspersky, Rusia Siapkan Ponsel yang Tak Bisa Diretas
Berita Terkini
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
4 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
8 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
3 hari yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved