Jumlah Telepon Spam Meningkat 300 Persen Tahun Ini

Rabu, 19 Desember 2018 - 20:02 WIB
Jumlah Telepon Spam...
Jumlah Telepon Spam Meningkat 300 Persen Tahun Ini
A A A
NEW YORK - Dalam sebuah laporan, disebutkan bawah tahun ini panggilan telepon spam meningkat 300 persen di seluruh dunia.

Laporan yang dikeluarkan oleh Truecaller penyedia layanan caller ID, mencatat bahwa sebagian besar panggilan berasal dari asuransi atau penagihan utang.

Namun meski jumlah panggilan telepon spam meningkat, di sejumlah negara tercatat mengalami penurunan, salah satunya Amerika Serikat.

Peringkat AS tadinya berada di posisi ke-2, namun kini menurun ke posisi 8. Dalam laporan tersebut pengguna telepon di AS rata-rata menerima 21 per bulan telepon span pada 2017, sedangkan 2018 menurun jadi 17 per bulan.

Penurunan ini kemungkinan adanya upaya pihak perwajib untuk membongkar jaringan penelpon spam ini. Komisi Komunikasi Federal juga telah melakukan sejumlah gugatan yang berujung denda sebesar USD 82 juta terhadap sebuah perusahaan.

Tak seluruh negara seperti AS, contohnya Brasil, dilaporkan laman The Verge, Rabu (19/12/2018) negara ini menjadi negara paling banyak menerima telepon spam selama tahun 2018, dengan rata-rata pengguna Truecaller mendapatkan lebih dari 37 panggilan spam per bulan.

Hal tersebut disebabkan dari panggilan operator telekomunikasi dan panggilan yang dilakukan terkait dengan pemilihan umum.

Sedangkan India sendiri turun diperingkat ke-2 tahun ini, tahun lalu negara ini menduduki posisi pertama negara paling banyak menerima telepon spam dengan angka penurunan sebesar 1,5 persen.

Truecaller mengatakan bahwa secara total, penggunanya menerima 17,7 miliar panggilan spam antara Januari dan Oktober. Laporan itu menghitung panggilan sebagai spam jika ditandai oleh algoritme atau secara manual oleh pengguna.
(wbs)
Berita Terkait
2021, Pemerintah Targetkan...
2021, Pemerintah Targetkan Menambah BTS 4G di 4.200 Desa
Penuhi Kebutuhan Koneksi...
Penuhi Kebutuhan Koneksi Data dan Internet, Jaringan Telekomunikasi Diperluas
Live.On Ramaikan Jagad...
Live.On Ramaikan Jagad Twitter lewat Tagar #YangAkuMau
Pandemi COVID-19, Grant...
Pandemi COVID-19, Grant Thornton Jelaskan 3 Tren Bisnis Telekomunikasi 2021
Gandeng Triasmitra,...
Gandeng Triasmitra, FiberStar Lakukan Pengembangan Jaringan Lewat Pembangun SKKL Rising-8
Desa Terpencil di OKU...
Desa Terpencil di OKU Selatan Masih Kesulitan Sinyal Telekomunikasi
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
5 jam yang lalu
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
8 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
11 jam yang lalu
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
14 jam yang lalu
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
2 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
2 hari yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved