Separuh Warga Amerika Serikat Tak Tahu WhatsApp Milik Facebook

Selasa, 23 Oktober 2018 - 19:00 WIB
Separuh Warga Amerika...
Separuh Warga Amerika Serikat Tak Tahu WhatsApp Milik Facebook
A A A
MOUNTAIN VIEW - Berdasarkan hasil survei yang dilakukan DuckDuckGo, mesin pencari perlindungan privasi yang berbasis di Amerika Serikat (AS), lebih dari setengah penduduk negara itu tidak mengetahui WhatsApp adalah milik Facebook.

Dalam risetnya, DuckDuckGo menggunakan platform SurveyMonkey untuk mewakili populasi AS, sehingga membuat tingkat kepercayaan pada penelitian tersebut mencapai 95%. "Kami secara acak memilih 1.297 orang dewasa AS (bukan hanya pengguna DuckDuckGo) yang secara kolektif demografi mirip dengan populasi umum orang dewasa AS dan menyurvei mereka pada 16 Agustus 2018," kata survei tersebut dikutip dari Gadget NDTV, Selasa (23/10/2018).

Separuh atau 50,42% dari mereka yang menggunakan WhatsApp dalam enam bulan terakhir tidak menyadari WhatsApp dimiliki oleh Facebook. Temuan lain juga menunjukan hampir 56,38% atau sekitar 291 orang dari mereka yang menggunakan Waze tidak mengetahui bahwa aplikasi navigasi GPS tersebut dimiliki oleh Google.

"Ini berarti bahwa mayoritas orang Amerika yang menggunakan WhatsApp dan atau Waze melakukannya tanpa menyadari semua informasi mereka, apakah itu rute, waktu perjalanan, pesan, foto, atau data lokasi, merupakan bagian dari rahasia Facebook (untuk WhatsApp) dan Google (untuk Waze)," tulis survei.

Ini bukanlah kali pertama DuckDuckGo melakukan riset. Pada April 2018 lalu mereka juga melakukan riset serupa. Mereka mencatat 56,90% pengguna di AS tidak menyadari bahwa Instagram merupakan milik Facebook. Sementara 44,67% orang dewasa di AS, tak tahu bahwa YouTube milik Google.

Menurut survei, kurangnya kesadaran atas Facebook dan jangkauan Google lebih mengkhawatirkan. Karena semakin banyak orang Amerika yang tidak tahu bahwa keamanan privasinya sedang dipantau.

Facebook pada tahun 2014 mengakuisisi WhatsApp senilai USD19 miliar. Kedua co-founder WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum, memutuskan untuk hengkang dari Facebook. Diduga karena alasan privasi data dan rencana Facebook untuk memonetisasi WhatsApp.
(mim)
Berita Terkait
Jadi Fitur Wajib, Ini...
Jadi Fitur Wajib, Ini Cara Aktifkan Autentikasi Dua Langkah di Facebook, Instagram dan WhatsApp
WhatsApp Bakal Bisa...
WhatsApp Bakal Bisa Dipakai di Empat Perangkat Sekaligus
Sama Seperti WhatsApp,...
Sama Seperti WhatsApp, Facebook Messenger Akan Batasi Teruskan Pesan
Bos Facebook Pastikan...
Bos Facebook Pastikan Fitur Shop Bakal Dirilis di Whatsapp
Wow, Ada 3 Miliar Orang...
Wow, Ada 3 Miliar Orang Gunakan Aplikasi Facebook Tiap Bulan
WhatsApp, Facebook,...
WhatsApp, Facebook, Instagram Kompak Down Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
20 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
22 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
22 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
22 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
22 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved