BlackBerry Hadirkan EoT Vision dalam Layanan Kesehatan

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 07:34 WIB
BlackBerry Hadirkan...
BlackBerry Hadirkan EoT Vision dalam Layanan Kesehatan
A A A
Setelah mengumunkan platform unggulan bernama BlackBerry®Spark, kini BlackBerry Limited (NYSE: BB; TSX: BB) juga mengumumkan proyek terbarunya berbasis pelanggan untuk melakukan transformasi perawatan pasien dengan memanfaatkan Enterprise of Things (EoT).

Ketua Eksekutif dan CEO BlackBerry mengatakan, Blackbery menerapkan keahlian dalam hal keamanan, privasi data, dan komunikasi bagi industri otomotif, layanan keuangan, dan badan pemerintah.

Itu dilihat sebagai upaya mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam industri layanan kesehatan, “Yaitu memanfaatkan endpoints untuk meningkatkan kesembuhan pasien tanpa melupakan keamanan dan privasi data,” kata John Chen.

BlackBerry akan memanfaatkan network operation center (NOC) untuk mendukung digital ledger blockchain yang disediakan oleh ONEBIO. Dengan teknologi ini, data dapat dimasukkan oleh pasien, pihak laboratorium, dan perangkat biometrik IoT, dan kemudian dianonimkan sehingga dapat diakses oleh para peneliti.

BlackBerry untuk pertama kalinya menyediakan solusi blockchain ini untuk Global Commission, sebuah organisasi yang bertujuan untuk mempercepat proses penentuan gejala pada anak-anak penderita penyakit langka.

Bersama dengan Shire, sebuah perusahaan biotek global, Pilot teknologi dari Global Commission ini akan menjajaki bagaimana solusi terbaru dari BlackBerry dapat memberikan analisa real-time dalam menindaklanjuti dan mempersingkat waktu diagnosis.

Lebih lanjut, John mengatakan, sistem operasi baru untuk alat kesehatan dirancang dengan keamanan tingkat tinggi dan sesuai dengan standar sertifikasi keselamatan IEC 62304.

Bermitra dengan Mackenzie Innovation Institute
The Mackenzie Innovation Institute (Mi2) saat ini BlackBerry sedang menjajaki keamanan dan konektivitas antara platform BlackBerry Spark EoT dan visi teknologi perawatan pintarnya.

Chief Financial Officer Mi2 Richard Tam mengatakan, pihaknya mendorong terciptanya inovasi baru di bidang layanan kesehatan melalui penelitian, pendidikan, dan pelatihan serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan, pengobatan, dan masih banyak lagi.

“Dengan memahami bagaimana sistem 'pintar' kami beroperasi bersama dengan BlackBerry Spark, tujuan kami adalah untuk menemukan cara-cara baru untuk menghubungkan, melindungi, dan mengelola secara intuitif teknologi cerdas di rumah sakit sehingga berdampak positif terhadap perawatan pasien,” kata Richard Tam.

"Bersama-sama, kami akan menciptakan keamanan yang komprehensif, melindungi privasi pasien, dan mengoperasikan konektivitas cerdas dalam rangka merealisasikan Internet of Healthcare Things (IoHT ™) kami".

Mi² sendiri merupakan jembatan antara industri dan pelayanan kesehatan untuk menerapkan dan mengevaluasi teknologi inovatif, mendesain ulang proses, dan mempraktekkan perubahan dalam lingkungan layanan kesehatan secara real-time.
(don)
Berita Terkait
Mengapa BlackBerry Bangkrut?...
Mengapa BlackBerry Bangkrut? Ini 3 Alasannya!
Hari Ini BlackBerry...
Hari Ini BlackBerry Lawas Resmi Disuntik Mati
Layanan BlackBerry 7.1...
Layanan BlackBerry 7.1 dan 10 Tinggal Menghitung Hari
Akhir Perjalanan BB,...
Akhir Perjalanan BB, OnwardMobility Ogah Produksi BlackBerry 5G
Nasib BlackBerry Sekarang,...
Nasib BlackBerry Sekarang, Nyerah Jualan HP Banting Setir ke Software Keamanan
Sempat Jadi Raja Smartphone...
Sempat Jadi Raja Smartphone Dunia, Harga HP BlackBerry Sekarang Tinggal Segini
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
5 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
6 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
10 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
10 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
11 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
12 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved