Facebook Umumkan Blokir Akun Jenderal dan Partai di Myanmar

Rabu, 29 Agustus 2018 - 09:02 WIB
Facebook Umumkan Blokir...
Facebook Umumkan Blokir Akun Jenderal dan Partai di Myanmar
A A A
BANGKOK - Facebook telah merilis beberapa personel militer Myanmar dari situs media sosial dan akun Instagram telah diblokir, hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran `kebencian dan misinformasi '

Menurut Facebook, tindakan itu diambil setelah peninjauannya terhadap konten akun partai.

"Secara khusus, kami memblokir 20 individu dan organisasi Myanmar dari Facebook termasuk Panglima Angkatan Darat, Jenderal Senior, Ming Aung Hlaing dan jaringan televisi militer, Myawady," lapornya seperti ditulis Reuters.

Laporan diposting melalui blog mengatakan bahwa 18 akun Facebook telah diblokir, satu akun di Instagram dan 52 halaman Facebook diikuti oleh hampir 12 juta orang.

Media sosial memang mendapat banyak kritik pada 2017. Bukan hanya Facebook, Twitter pun demikian. Mereka dikritik karena tidak mampu mengatasi fake news atau hoax (berita bohong). Bahkan media sosial dianggap ikut digunakans sebagai alat untuk mempengaruhi pemilihan umum di Amerika Serikat (AS) dan Brexit (Bristish Exit/Inggris keluar dari komunitas Eropa) di Inggris.

"Setiap tahun saya menerima tantangan pribadi untuk belajar sesuatu yang baru. Saya pernah mengunjungi setiap negara bagian di AS, berlari 365 mil, membangun AI (kecerdasan buatan) untuk rumah saya, membaca 25 buku, dan belajar bahasa Mandarin," tulis Mark Zuckerberg dalam akun Facebook-nya.

Laman Geeky Gadgets, menuliskan, Mar Zuckerberg menyatakan komitmennya untuk mengatasi hal-hal seperti di atas dan menjadikannya sebagai tujuan pribadi. Supaya tujuannya itu terwujud, dia berjanji akan fokus di Facebook. "Hari ini terasa seperti tahun pertama. Dunia merasa cemas dan terpecah, Facebook memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ucapnya.

Yang menarik, Mark Zuckerberg juga menyoroti masalah munculnya sejumlah kecil perusahaan teknologi besar dan pemerintah yang menggunakan teknologi untuk mengawasi warganya. "Banyak orang sekarang percaya bahwa teknologi hanya memusatkan kekuasaan daripada mendesentralisasikannya," tulisnya lagi.
(wbs)
Berita Terkait
Ini Tampang 6 Tersangka...
Ini Tampang 6 Tersangka Grup Facebook Fantasi Sedarah
Facebook Tambahkan Tools...
Facebook Tambahkan Tools Parental Control Ke Messenger, Apa Fungsinya?
Cara Mencari Akun Facebook...
Cara Mencari Akun Facebook yang Hilang dan Lupa Kata Sandi
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan...
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan Akun Facebook yang Dibajak
84% Konten Disinformasi...
84% Konten Disinformasi Medis di Facebook Tidak Diberi Label
Enggan Kehilangan Pengguna,...
Enggan Kehilangan Pengguna, Facebook Rancang Strategi Baru Mirip TikTok
Berita Terkini
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
4 jam yang lalu
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
13 jam yang lalu
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
18 jam yang lalu
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
20 jam yang lalu
Robot Humanoid Cetak...
Robot Humanoid Cetak Sejarah, Berhasil Melakukan Operasi Jarak Jauh Pertama di Dunia
22 jam yang lalu
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
1 hari yang lalu
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved