Data dari Indonesia Dicuri, Bos Facebook Ngaku Salah

Selasa, 10 April 2018 - 14:57 WIB
Data dari Indonesia...
Data dari Indonesia Dicuri, Bos Facebook Ngaku Salah
A A A
NEW YORK - Sebelum CEO Facebook Mark Zuckerberg memberikan kesaksian tentang skandal bocornya jutaan data di hadapan anggota parlemen yang dijadwalkan pada Selasa (10/4/2018). Mark Zuckerberg meminta maaf dan mengaku bersalah atas kasus tersebut

Zuckerberg mengatakan dalam kesaksian tertulis kepada anggota parlemen pada, Senin (9/4), bahwa jaringan media sosial seharusnya berbuat lebih banyak untuk mencegah penyalahgunaan data para penggunanya.

"Kami tidak punya pandangan yang cukup luas tentang tanggung jawab kami, dan itu adalah kesalahan besar. Itu adalah kesalahan saya, dan saya minta maaf," kata Zuckerberg.

Zuckerberg akan memberikan kesaksian secara terbuka Selasa dan Rabu di depan dua komisi Kongres.

Dalam pernyataannya kemarin, Zuckerberg mengatakan Facebook telah mulai memberi tahu 87 juta penggunanya apakah data pribadi mereka dicuri oleh Cambridge Analytica, perusahaan pemantau kegiatan pemilih Inggris yang disewa oleh kampanye pemilihan presiden Donald Trump untuk menarget para pendukung dalam pemilihan presiden tahun 2016.

Facebook yakin sebagian besar pengguna yang terkena dampak, lebih dari 70 juta, berada di Amerika Serikat, tetapi juga ada lebih dari satu juta orang masing-masing di Filipina, Indonesia dan Inggris.

Facebook mengatakan telah mengizinkan seorang periset Inggris untuk menciptakan aplikasi di Facebook. Pada aplikasi tersebut, sekitar 200.000 pengguna mengungkapkan informasi pribadi. Informasi pribadi ini kemudian oleh Alexsandr Kogan diberikan kepada Cambridge Analytica. Tetapi jumlah pengguna Facebook yang terpengaruh berlipat ganda karena data yang dikumpulkan dari semua teman, kerabat dan kenalan dari 200.000 pengguna Facebook tersebut.

Cambridge Analytica mengatakan hanya memiliki data untuk 30 juta pengguna Facebook.
(wbs)
Berita Terkait
Ini Tampang 6 Tersangka...
Ini Tampang 6 Tersangka Grup Facebook Fantasi Sedarah
Facebook Tambahkan Tools...
Facebook Tambahkan Tools Parental Control Ke Messenger, Apa Fungsinya?
Cara Mencari Akun Facebook...
Cara Mencari Akun Facebook yang Hilang dan Lupa Kata Sandi
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan...
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan Akun Facebook yang Dibajak
84% Konten Disinformasi...
84% Konten Disinformasi Medis di Facebook Tidak Diberi Label
Enggan Kehilangan Pengguna,...
Enggan Kehilangan Pengguna, Facebook Rancang Strategi Baru Mirip TikTok
Berita Terkini
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
3 jam yang lalu
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
11 jam yang lalu
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
11 jam yang lalu
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
12 jam yang lalu
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
1 hari yang lalu
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
1 hari yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved