Puluhan Juta Data Bobol, Keamanan Facebook Diakui Tidak Maksimal

Kamis, 22 Maret 2018 - 15:37 WIB
Puluhan Juta Data Bobol,...
Puluhan Juta Data Bobol, Keamanan Facebook Diakui Tidak Maksimal
A A A
MENLO PARK - CEO Facebook Mark Zuckerberg menyampaikan informasi terkini terkait situasi Cambridge Analytica. Melalui akun Facebook pribadinya, Zuckerberg menyampaikan tindakan yang telah dilakukan dan langkah penting berikutnya untuk mengatasi masalah ini.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi data Anda, dan jika kami tidak bisa melakukan hal tersebut, maka kami tidak layak untuk melayani Anda. Saya mencoba memahami apa yang terjadi sebenarnya dan memastikan bahwa kejadian ini tidak akan terulang lagi," tulis Zuckerberg, yang diungggah beberapa jam lalu, Kamis (22/3/2018).

Dalam unggahannya, Ia juga menjelaskan kronologi dari awal mula berdirinya Facebook di 2007. Sampai pada 2013, seorang peneliti dari Cambridge University bernama Aleksandr Kogan membuat sebuah aplikasi kuis kepribadian.

Aplikasi ini di-instal oleh sekitar 300.000 orang yang membagikan data pribadi mereka. Dari situ Kogan bisa mengakses puluhan juta data orang yang menginstal aplikasi tersebut.

"Untuk mencegah penyalahgunaan data, 2014 kami mengumumkan bahwa kami mengubah kebijakan platform kami untuk membatasi data yang dapat diakses oleh aplikasi secara siginifikan. Dengan begitu aplikasi seperti yang dibuat Kogan tidak bisa lagi meminta data teman dari pengguna kecuali teman mereka juga mengakses aplikasi tersebut," jelasnya.

Selanjutnyta di 2015, Facebook mendapat informasi dari jurnalis di The Guardian bahwa Kogan telah membagikan data dari aplikasinya dengan Cambridge Analytica. Zuckerberg menegaskan, membagikan data orang lain tanpa persetujuan dari orang tersebut adalah suatu pelanggaran bagi kebijakan Facebook.

Perusahaan pun melakukan pemblokiran aplikasi Kogan dari platform dan meminta Kogan serta Cambridge Analytica secara formal menyatakan bahwa mereka telah menghapus semua data yang diperoleh secara ilegal. Mereka telah menjamin hal tersebut.

Namun dari laporan yang ada, Cambridge Analytica rupanya tidak menghapus data seperti apa yang telah mereka sampaikan. Cambridge Analytica menyatakan bahwa mereka telah menghapus data dan menyetujui audit forensik yang akan dilakukan oleh perusahaan yang telah kami tunjuk untuk mengkonfirmasi kejadian ini.

"Kejadian ini tidak hanya merusak kepercayaan antara Kogan, Cambridge Analytica dan Facebook. Namun, juga merusak kepercayaan antara Facebook dan pengguna yang telah membagikan data mereka kepada kami serta mengharapkan kami untuk menjaganya," tukas Zuckerberg.
(wbs)
Berita Terkait
Ini Tampang 6 Tersangka...
Ini Tampang 6 Tersangka Grup Facebook Fantasi Sedarah
Cara Mencari Akun Facebook...
Cara Mencari Akun Facebook yang Hilang dan Lupa Kata Sandi
Facebook Tambahkan Tools...
Facebook Tambahkan Tools Parental Control Ke Messenger, Apa Fungsinya?
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan...
Ini 3 Cara untuk Mengembalikan Akun Facebook yang Dibajak
Enggan Kehilangan Pengguna,...
Enggan Kehilangan Pengguna, Facebook Rancang Strategi Baru Mirip TikTok
84% Konten Disinformasi...
84% Konten Disinformasi Medis di Facebook Tidak Diberi Label
Berita Terkini
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
5 jam yang lalu
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
11 jam yang lalu
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
13 jam yang lalu
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
17 jam yang lalu
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
1 hari yang lalu
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
1 hari yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved