Jadi Sorotan Pasca Pilpres AS, Petinggi Facebook Janji Perbaiki Layanan
Kamis, 17 November 2016 - 12:03 WIB
Jadi Sorotan Pasca Pilpres AS, Petinggi Facebook Janji Perbaiki Layanan
A
A
A
CALIFORNIA - Beberapa waktu lalu, salah satu petinggi Facebook sempat angkat bicara atas tuduhan sekelompok orang yang menganggap Facebook turut bermain peran dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS). Dikatakan perusahaan tidak pernah melakukan tuduhan tersebut atau bahkan berusaha menyampaikan berita yang kurang berimbang terkait pemilihan presiden.
Menindaklanjuti hal ini, dilansir dari BBC, Rabu (16/11/2016), sang bos Mark Zuckerberg rupanya merasa kurang puas. Belum lama ini Mark melakukan inisiatif dengan menggandeng para komunitas untuk menyaring berita palsu.
"Saya percaya komunitas dapat membantu kami untuk memberitahukan pada kami konten mana yang berharga. Tapi saya juga percaya, kita juga harus dapat menjadi 'wasit' dari kebenaran diri kita sendiri," ujar Mark.
Meski begitu diakui membedakan sebuah kebenaran sebuah berita tidaklah mudah. Menurut Mark, menentukan sebuah kebenaran sangatlah rumit.
"Beberapa informasi palsu memang bisa dibuang seluruhnya, tapi tidak dengan konten dari sumber terpercaya. Konten dari sumber mainstream terkadang memberikan gagasan dasar yang benar tapi detail informasinya salah," ungkapnya.
Pasca kemenangan Donald Trump, jejaring sosial ini memang tengah menjadi sorotan. Fitur News Feed yang bekerja untuk menampilkan konten-konten terpopuler dan dianggap cocok dengan penggunanya dianggap tidak memberikan informasi berimbang.
Menindaklanjuti hal ini, dilansir dari BBC, Rabu (16/11/2016), sang bos Mark Zuckerberg rupanya merasa kurang puas. Belum lama ini Mark melakukan inisiatif dengan menggandeng para komunitas untuk menyaring berita palsu.
"Saya percaya komunitas dapat membantu kami untuk memberitahukan pada kami konten mana yang berharga. Tapi saya juga percaya, kita juga harus dapat menjadi 'wasit' dari kebenaran diri kita sendiri," ujar Mark.
Meski begitu diakui membedakan sebuah kebenaran sebuah berita tidaklah mudah. Menurut Mark, menentukan sebuah kebenaran sangatlah rumit.
"Beberapa informasi palsu memang bisa dibuang seluruhnya, tapi tidak dengan konten dari sumber terpercaya. Konten dari sumber mainstream terkadang memberikan gagasan dasar yang benar tapi detail informasinya salah," ungkapnya.
Pasca kemenangan Donald Trump, jejaring sosial ini memang tengah menjadi sorotan. Fitur News Feed yang bekerja untuk menampilkan konten-konten terpopuler dan dianggap cocok dengan penggunanya dianggap tidak memberikan informasi berimbang.
(dol)