Soal Masa Depan Pasar Mobile, Bos BlackBerry Tetap Optimistis
Senin, 09 November 2015 - 08:50 WIB
Soal Masa Depan Pasar Mobile, Bos BlackBerry Tetap Optimistis
A
A
A
WATERLOO - Bos BlackBerry, John Chen, dengan pesona selalu bersikap optimistis. Semua itu terungkap lewat sebuah wawancara terkait masa depan perusahaan dengan rencana BlackBerry pindah ke ekosistem Android.
Dilansir dari Androidheadlines, Senin (9/11/2015), sejak menjamurnya pengguna smartphone iOS dan Android, menggiring BlackBerry kehilangan posisi dominannya di pasar ponsel. Perusahaan pun membutuhkan perjuangan ekstra untuk mempertahankan pasar yang ada.
Tidak ada yang dapat membantah, beita masuknya BlackBerry ke ekosistem Andorid membuat perusahaan itu kembali masuk ke jalur pasar smartphone yang harus diperhitungkan. Lewat Priv Android, produsen satu ini kembali menjadi headline di beberapa media besar.
Banyak pihak yang berspekulasi kelahiran Priv merupakan senjata pamungkas BlackBerry. Tapi semua itu disanggah Chen. "Aku akan membiarkan pasar memberitahu saya. Hail Mary adalah kata yang salah, (ponsel ini) telah direncanakan selama beberapa tahun. Ini adalah manuver terencana," ucap CEO satu itu.
Menurut Chen, pihaknya membuat sebuah titik untuk tidak mengesampingkan solusi potensial Android. Meskipun dia optimistis, tapi Chen selalu bersikap realistis.
Dia tidak menyangkal bahwa jika Priv gagal, BlackBerry mungkin terpaksa keluar dari pasar ponsel. "Kami memiliki setiap alasan untuk percaya ponsel ini akan sukses," tegas Chen.
Hal ini bukan tanpa alasan, karena BlackBerry tahu kelemahan mereka di pasar modern. Tapi bergabung dengan Android, akan menggugurkan kelemahan yang ada.
Fitur keamanan BlackBerry membedakan mereka produsen Android lainnya. Fitur-fitur ini telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan target mereka, yakni perusahaan.
Chen mengatakan, berbagai macam produk yang sudah direncanakan akan mengikuti Priv. BlackBerry terbukti tidak mudah menyerah. Kita nantikan kelanjutan nasib BlackBerry di pasar ponsel.
Dilansir dari Androidheadlines, Senin (9/11/2015), sejak menjamurnya pengguna smartphone iOS dan Android, menggiring BlackBerry kehilangan posisi dominannya di pasar ponsel. Perusahaan pun membutuhkan perjuangan ekstra untuk mempertahankan pasar yang ada.
Tidak ada yang dapat membantah, beita masuknya BlackBerry ke ekosistem Andorid membuat perusahaan itu kembali masuk ke jalur pasar smartphone yang harus diperhitungkan. Lewat Priv Android, produsen satu ini kembali menjadi headline di beberapa media besar.
Banyak pihak yang berspekulasi kelahiran Priv merupakan senjata pamungkas BlackBerry. Tapi semua itu disanggah Chen. "Aku akan membiarkan pasar memberitahu saya. Hail Mary adalah kata yang salah, (ponsel ini) telah direncanakan selama beberapa tahun. Ini adalah manuver terencana," ucap CEO satu itu.
Menurut Chen, pihaknya membuat sebuah titik untuk tidak mengesampingkan solusi potensial Android. Meskipun dia optimistis, tapi Chen selalu bersikap realistis.
Dia tidak menyangkal bahwa jika Priv gagal, BlackBerry mungkin terpaksa keluar dari pasar ponsel. "Kami memiliki setiap alasan untuk percaya ponsel ini akan sukses," tegas Chen.
Hal ini bukan tanpa alasan, karena BlackBerry tahu kelemahan mereka di pasar modern. Tapi bergabung dengan Android, akan menggugurkan kelemahan yang ada.
Fitur keamanan BlackBerry membedakan mereka produsen Android lainnya. Fitur-fitur ini telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan target mereka, yakni perusahaan.
Chen mengatakan, berbagai macam produk yang sudah direncanakan akan mengikuti Priv. BlackBerry terbukti tidak mudah menyerah. Kita nantikan kelanjutan nasib BlackBerry di pasar ponsel.
(dyt)