1,5 Miliar Nama Pengguna Twitter yang Tidak Aktif Akan Dilelang Elon Musk

Kamis, 12 Januari 2023 - 23:59 WIB
loading...
1,5 Miliar Nama Pengguna Twitter yang Tidak Aktif Akan Dilelang Elon Musk
Twitter berencana untuk mmenjual 1,5 miliar nama pengguna yang tidak aktif melalui proses lelang. Foto/Twitter
A A A
SAN FRANSISCO - Twitter berencana untuk mmenjual 1,5 miliar nama pengguna yang tidak aktif melalui proses lelang. Penjualan tersebut merupakan bagian dari rencana untuk menghasilkan pendapatan untuk platform media sosial milik Elon Musk ini.

Elon Musk yang mengakuisisi Twitter seharga USD44 miliar pada Oktober 2022, menyalahkan "kelompok aktivis yang menekan pengiklan" atas penurunan pendapatan pada November. Sejak saat itu, miliarder teknologi ini telah memperkenalkan metode baru untuk meningkatkan arus kas.

Termasuk menjual tanda centang Blue Tick seharga USD8 per bulan sebagai bagian dari layanan berlangganan Twitter Blue yang diperbarui. Sebab, Twitter kehilangan USD4 juta sehari setelah para pengiklan menarik diri ketika Elon Musk mengambil alih platform media sosial ini.

Baca juga; Mau Cari Uang, Twitter Fleet Akan Disisipi Iklan

Lelang online untuk nama pengguna unik yang ditautkan ke akun yang tidak aktif dapat lebih lanjut mengeksploitasi aliran pendapatan yang belum dimanfaatkan sebelumnya. Meskipun hanya sebagian kecil dari 1,5 miliar pegangan yang tidak digunakan kemungkinan akan memiliki nilai yang signifikan.

The New York Times yang pertama kali melaporkan kabar ini, belum mendapat keterangan secara detail apakah Twitter berencana untuk melanjutkan pelelangan ini. Sebelumnya, Elon Musk mengatakan bahwa perusahaan akan menghapus akun yang sudah lama tidak men-tweet atau login.

“Twitter akan segera membebaskan ruang nama dari 1,5 miliar akun. Ini adalah penghapusan akun yang jelas tanpa tweet [dan] tidak ada login selama bertahun-tahun,” cuit Elon Musk pada 9 Desember dikutip dari laman independent. Kamis (12/1/2023).

Baca juga; Ubah Kebijakan Lama, Twitter Kembali Menerima Iklan Politik

Pengumuman tersebut menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa pengguna, terhadap pengguna terkenal yang telah meninggal karena bisa kena dalam pembersihan tersebut. Di antara akun yang berpotensi terpengaruh adalah ilmuwan komputer Hal Finney, orang pertama yang men-tweet tentang bitcoin atau menerima transaksi cryptocurrency.

“Akun Twitter Hal Finney harus dipertahankan @elonmusk. Tolong jangan bersihkan,” tulis seorang pengguna. Baik Twitter maupun Elon Musk belum mengeluarkan komentar untuk menanggapi rencana pelelangan ini lebih lanjut.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1513 seconds (10.177#12.26)