Kehebatan Artileri Standar NATO Kaliber 155 Milimeter, Mampu Menembakkan Proyektil Sejauh 40 Km
Senin, 09 Januari 2023 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
Istilah senjata artileri digunakan untuk merujuk secara khusus pada senjata self-propelled, towed, dan emplaced (yaitu bukan man-portable) dengan kaliber lebih besar dari 57 mm yang dirancang untuk tembakan tidak langsung dan mampu mengenai target.
Kaliber artileri standar NATO secara umum adalah 155 mm (6,1 inci), didefinisikan dalam AOP-29 bagian 1 dengan mengacu pada STANAG 4425. Kaliber 155 mm ini berasal dari Prancis setelah kekalahannya dalam Perang Prancis-Prusia tahun 1870–1871. Kemudian penggunaan kaliber 155 mm ditetapkan pada 21 April 1874.
Biasanya artileri 155 mm digunakan dalam senjata lapangan dan howitzer (meriam besar). Howitzer 155 mm standar di gudang senjata AS memiliki jangkauan maksimum 14 mil (22.5 km), dan proyektil 155 mm yang dibantu roket meningkatkan jangkauan maksimum hingga hampir 18 mil (25,7 km).
Baca juga; Ini Mesin Pembunuh Rusia yang Ditakuti Ukraina, Howitzer Msta-S Penghancur Tank Berpemandu Laser
Penggunaan kaliber 155 mm menyebabkan keusangan artileri dengan kaliber yang lebih besar seperti 175 mm dan 203 mm. Meskipun beberapa pasukan mempertahankan senjata 105 mm untuk portabilitasnya (mudah dipindahkan).
Kaliber artileri standar NATO secara umum adalah 155 mm (6,1 inci), didefinisikan dalam AOP-29 bagian 1 dengan mengacu pada STANAG 4425. Kaliber 155 mm ini berasal dari Prancis setelah kekalahannya dalam Perang Prancis-Prusia tahun 1870–1871. Kemudian penggunaan kaliber 155 mm ditetapkan pada 21 April 1874.
Biasanya artileri 155 mm digunakan dalam senjata lapangan dan howitzer (meriam besar). Howitzer 155 mm standar di gudang senjata AS memiliki jangkauan maksimum 14 mil (22.5 km), dan proyektil 155 mm yang dibantu roket meningkatkan jangkauan maksimum hingga hampir 18 mil (25,7 km).
Baca juga; Ini Mesin Pembunuh Rusia yang Ditakuti Ukraina, Howitzer Msta-S Penghancur Tank Berpemandu Laser
Penggunaan kaliber 155 mm menyebabkan keusangan artileri dengan kaliber yang lebih besar seperti 175 mm dan 203 mm. Meskipun beberapa pasukan mempertahankan senjata 105 mm untuk portabilitasnya (mudah dipindahkan).
(wib)
Lihat Juga :