Piala Dunia 2022 Qatar Banyak Dibekali Teknologi Tak Biasa
Selasa, 29 November 2022 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Penggunaan teknologi kecerdasan buatan tidak hanya diterapkan di lapangan hijau saja. Di luar lapangan panitia pelaksana Piala Dunia 2022 Qatar juga berupaya menerapkan teknologi yang sama buat mengendalikan suporter dari masing-masing negara yang berkompetisi di Piala Dunia.
Untuk mencegah kerumunan orang dan perkelahian antar suporter, digunakan pengenalan wajah atau face recognition berbasis AI. Teknologi itu dipasang di ribuan kamera yang terpasang di seiap stasdion dan pusat-pusat keramaian.
CNN Menyebutkan terdapat lebih dari 200.000 unit kamera terintegrasi yang tersebar merata di 8 stadion Piala Dunia guna memantau perilaku dan mengendalikan penonton”.
Teknologi kecerdasan buatan juga dilakukan guna memberikan rasa nyaman buat para penonton saat berada di dalam stadion. Dinamika penonton dan suhu stadion secara otomatis diukur dengan teliti guna memnberikan suasana yang nyaman. Jadi sekali pun suporter marah besar, setidaknya suasana stadion bisa diharapkan meredam rasa amarah yang memuncak.
Jadi Maradona beruntung aksi tangan tuhannya dilakukan di Piala Dunia 1968. Kalau sekarang, ceritanya bakalan beda lagi.
Untuk mencegah kerumunan orang dan perkelahian antar suporter, digunakan pengenalan wajah atau face recognition berbasis AI. Teknologi itu dipasang di ribuan kamera yang terpasang di seiap stasdion dan pusat-pusat keramaian.
CNN Menyebutkan terdapat lebih dari 200.000 unit kamera terintegrasi yang tersebar merata di 8 stadion Piala Dunia guna memantau perilaku dan mengendalikan penonton”.
Teknologi kecerdasan buatan juga dilakukan guna memberikan rasa nyaman buat para penonton saat berada di dalam stadion. Dinamika penonton dan suhu stadion secara otomatis diukur dengan teliti guna memnberikan suasana yang nyaman. Jadi sekali pun suporter marah besar, setidaknya suasana stadion bisa diharapkan meredam rasa amarah yang memuncak.
Jadi Maradona beruntung aksi tangan tuhannya dilakukan di Piala Dunia 1968. Kalau sekarang, ceritanya bakalan beda lagi.
(wsb)
Lihat Juga :