Dipakai untuk Investigasi, FBI Ragu Pakai Spyware Pegasus NSO Group

Selasa, 15 November 2022 - 12:10 WIB
loading...
Dipakai untuk Investigasi, FBI Ragu Pakai Spyware Pegasus NSO Group
FBI Ragu Pakai Spyware Pegasus NSO Group untuk investigasi. FOTO/ IST
A A A
TEXAS - Berniat gunakan jasa Pegasus NSO Group perusahaan teknologi investigasi, Federal Bureau of Investigation atau FBI kabarnya sedang mempertimbangkan untuk menggunakannya yang terkenal untuk membantu investigasi kriminal.

Rencana ini sebenarnya sudah dicanangkan sejak akhir tahun 2020 dan awal 2021.

BACA JUGA - Spyware Pegasus Disalahgunakan, Israel Bentuk Tim Investigasi

Melansir dari Engadget, Senin (14/11/2022), berdasarkan dokumen-dokumen yang beredar juga mengungkapkan bahwa FBI telah mengembangkan pedoman untuk jaksa federal yang merinci bagaimana penggunaan Pegasus oleh FBI perlu diungkapkan selama kasus pengadilan.

Sayangnya, tidak jelas apakah FBI telah mempertimbangkan untuk menggunakan spyware terhadap warga Amerika atau tidak. Yang jelas, awal tahun ini, The Times menemukan bahwa agensi tersebut telah menguji Phantom, versi Pegasus yang dapat menargetkan ponsel dengan nomor AS.

Pada Juli 2021, FBI akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakan Pegasus dalam investigasi krimina. Itu adalah bulan yang sama ketika The Washington Post menerbitkan penyelidikan yang mengklaim bahwa perangkat lunak tersebut telah digunakan untuk mengkompromikan telepon dua wanita yang dekat dengan jurnalis Saudi yang terbunuh, Jamal Khashoggi.

Beberapa bulan kemudian, AS menempatkan pencipta Pegasus NSO Group di daftar entitas Departemen Perdagangan, sebuah sebutan yang mencegah perusahaan AS melakukan bisnis dengan perusahaan tersebut. Terlepas dari keputusan untuk tidak menggunakan Pegasus, FBI mengindikasikan tetap terbuka untuk menggunakan spyware di masa mendatang.

"Hanya karena FBI pada akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakan alat tersebut untuk mendukung investigasi kriminal, bukan berarti FBI tidak akan menguji, mengevaluasi, dan berpotensi menggunakan alat serupa lainnya untuk mendapatkan akses ke komunikasi terenkripsi yang digunakan oleh penjahat,” kata sebuah pengarahan hukum yang diajukan oleh FBI.

Dokumen-dokumen tersebut tampaknya menyajikan gambaran yang berbeda tentang kepentingan agensi di Pegasus daripada yang dibagikan oleh Direktur FBI Chris Wray kepada Kongres selama sidang tertutup Desember lalu. Senator Ron Wyden mengatakan bahwa penggunaannya sangat terbatas.

"Jika maksud Anda apakah kami menggunakannya dalam penyelidikan kami untuk mengumpulkan atau menargetkan seseorang, jawabannya adalah - seperti yang saya yakin - tidak," kata Ron Wyden.

“Alasan mengapa saya melakukan lindung nilai, dan saya ingin transparan, karena kami telah memperoleh beberapa alat mereka untuk penelitian dan pengembangan. Dengan kata lain, untuk mengetahui bagaimana orang jahat bisa menggunakannya, misalnya," tutupnya.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2375 seconds (10.177#12.26)