Mendebarkan, Dokter Angkat Peluru yang Belum Meledak dari Dada Prajurit Rusia
Senin, 14 November 2022 - 23:11 WIB
loading...
A
A
A
“Risiko ledakan amunisi sangat tinggi. Saat melakukan operasi bedah, para dokter militer mengenakan pelindung tubuh di balik pakaian medis mereka dan melanjutkan operasi yang sangat rumit ini,” tutur Kementerian Pertahanan Rusia.
Letnan Kolonel Korps Medis Dmitry Kim dari Rumah Sakit Klinik Militer Pusat Mandryk yang melakukan operasi bedah satu-satunya ini mengatakan bahwa pasien harus segera dioperasi. Sebab, jika ditunda lebih laman menyebabkan risiko pendarahan yang fatal.
“Peluru yang tidak meledak tersangkut di antara aorta dan vena cava inferior dekat jantung, yang dapat menyebabkan pendarahan fatal bahkan tanpa harus meledak. Untuk itu, dibuat keputusan untuk segera melakukan operasi,” jelasnya.
Baca juga; 6 Bulan Baku Hantam, 970 Tank Rusia Hancur dan 18.000 Tentara Ukraina Gugur
Setelah menjalani operasi, sersan junior Pasenko baru dikirim ke Moskow. Dia saat ini menjalani perawatan dan pemulihan di Rumah Sakit Klinik Militer Pusat Mandryk.
Letnan Kolonel Korps Medis Dmitry Kim dari Rumah Sakit Klinik Militer Pusat Mandryk yang melakukan operasi bedah satu-satunya ini mengatakan bahwa pasien harus segera dioperasi. Sebab, jika ditunda lebih laman menyebabkan risiko pendarahan yang fatal.
“Peluru yang tidak meledak tersangkut di antara aorta dan vena cava inferior dekat jantung, yang dapat menyebabkan pendarahan fatal bahkan tanpa harus meledak. Untuk itu, dibuat keputusan untuk segera melakukan operasi,” jelasnya.
Baca juga; 6 Bulan Baku Hantam, 970 Tank Rusia Hancur dan 18.000 Tentara Ukraina Gugur
Setelah menjalani operasi, sersan junior Pasenko baru dikirim ke Moskow. Dia saat ini menjalani perawatan dan pemulihan di Rumah Sakit Klinik Militer Pusat Mandryk.
Lihat Juga :