Waspada Roket China Jatuh ke Bumi pada 5 November, Lokasinya Belum dapat Dipastikan
Kamis, 03 November 2022 - 17:02 WIB
loading...
A
A
A
Misalnya, pada Maret 2021, puing-puing dari roket SpaceX yang jatuh menabrak sebuah peternakan di negara bagian Washington, sebuah peristiwa yang diklaim Hua oleh outlet berita Barat diliput secara positif dan dengan penggunaan "kata-kata romantis." Setahun kemudian, pada Agustus 2022, set kedua puing SpaceX mendarat di sebuah peternakan domba di Australia.
Baca juga; Modul Mengtian Tiba di Tiangong, Fase Perakitan Stasiun Luar Angkasa China Hampir Selesai
![Waspada Roket China Jatuh ke Bumi pada 5 November, Lokasinya Belum dapat Dipastikan]()
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan kehadirannya di luar angkasa untuk mengejar AS dan Rusia. China berhasil mendaratkan penjelajah di sisi jauh bulan pada tahun 2019 dan mengambil sampel batuan dari permukaan bulan pada tahun 2020.
China juga menyatakan bahwa itu akan membangun stasiun penelitian bulan di kutub selatan bulan pada tahun 2029. China juga membangun stasiun luar angkasa Tiangong berbentuk T, yang massanya kira-kira seperempat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Diperkirakan stasiun luar angkasa Tiangong akan tetap berada di orbit rendah Bumi setidaknya selama 10 tahun. Awaknya yang terdiri dari tiga astronot (Taikonot) akan menggunakan stasiun tersebut untuk melakukan eksperimen dan pengujian teknologi baru, seperti jam atom ultradingin.
Baca juga; Modul Mengtian Tiba di Tiangong, Fase Perakitan Stasiun Luar Angkasa China Hampir Selesai

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan kehadirannya di luar angkasa untuk mengejar AS dan Rusia. China berhasil mendaratkan penjelajah di sisi jauh bulan pada tahun 2019 dan mengambil sampel batuan dari permukaan bulan pada tahun 2020.
China juga menyatakan bahwa itu akan membangun stasiun penelitian bulan di kutub selatan bulan pada tahun 2029. China juga membangun stasiun luar angkasa Tiangong berbentuk T, yang massanya kira-kira seperempat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Diperkirakan stasiun luar angkasa Tiangong akan tetap berada di orbit rendah Bumi setidaknya selama 10 tahun. Awaknya yang terdiri dari tiga astronot (Taikonot) akan menggunakan stasiun tersebut untuk melakukan eksperimen dan pengujian teknologi baru, seperti jam atom ultradingin.
(wib)
Lihat Juga :