Waspada Roket China Jatuh ke Bumi pada 5 November, Lokasinya Belum dapat Dipastikan

Kamis, 03 November 2022 - 17:02 WIB
loading...
Waspada Roket China...
Roket Long March 5B China diperkirakan jatuh ke Bumi pada Sabtu 5 November 2022, namun lokasi pastinya masih belum diketahui. Foto/CMSA/LiveScience
A A A
BEIJING - Roket Long March 5B China diperkirakan jatuh ke Bumi pada Sabtu 5 November 2022, namun lokasi pastinya masih belum diketahui. Roket Long March 5 jatuh kembali ke Bumi setelah mengirimkan modul ketiga dan terakhir ke stasiun ruang angkasa Tiangong pada 31 Oktober 2022.

Para peneliti di Pusat Studi Orbital dan Reentry Debris The Aerospace Corporation mengatakan, roket seberat 23 metrik ton diperkirakan akan memasuki kembali atmosfer Bumi pada 5 November malam. Di mana tepatnya lokasi roket akan mendarat tidak diketahui.

Menurut The Aerospace Corporation, pusat penelitian nirlaba yang didanai pemerintah AS yang berbasis di California, kemungkinan puing-puing roket jatuh di wilayah AS, Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, India, China, Asia Tenggara, dan Australia.



Tahap pertama roket, pendorongnya, biasanya merupakan bagian yang paling besar dan paling kuat, sehingga kecil kemungkinannya untuk benar-benar terbakar saat masuk kembali ke atmosfer. Ini adalah keempat kalinya dalam dua tahun, China menjatuhkan roketnya secara tidak terkendali.

“Negara-negara penjelajah luar angkasa harus meminimalkan risiko terhadap orang dan properti di Bumi dari masuknya kembali objek-objek luar angkasa. Termasuk memaksimalkan transparansi mengenai operasi itu," tulis Administrator NASA Bill Nelson dalam sebuah pernyataan setelah pendaratan darurat Long March 5B pada 2021.

China bersikeras bahwa kejadian masuk kembali secara tidak terkendali adalah praktik umum dan telah mengabaikan kekhawatiran tentang potensi kerusakan yang ditimbulkan. Pada tahun 2021, Hua Chunying, juru bicara Kementerian Luar Negeri China saat itu, menuduh pelaporan Barat bias dan standar ganda gaya buku teks dalam liputannya tentang roket China yang jatuh.

Misalnya, pada Maret 2021, puing-puing dari roket SpaceX yang jatuh menabrak sebuah peternakan di negara bagian Washington, sebuah peristiwa yang diklaim Hua oleh outlet berita Barat diliput secara positif dan dengan penggunaan "kata-kata romantis." Setahun kemudian, pada Agustus 2022, set kedua puing SpaceX mendarat di sebuah peternakan domba di Australia.


Waspada Roket China Jatuh ke Bumi pada 5 November, Lokasinya Belum dapat Dipastikan


Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan kehadirannya di luar angkasa untuk mengejar AS dan Rusia. China berhasil mendaratkan penjelajah di sisi jauh bulan pada tahun 2019 dan mengambil sampel batuan dari permukaan bulan pada tahun 2020.

China juga menyatakan bahwa itu akan membangun stasiun penelitian bulan di kutub selatan bulan pada tahun 2029. China juga membangun stasiun luar angkasa Tiangong berbentuk T, yang massanya kira-kira seperempat dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Diperkirakan stasiun luar angkasa Tiangong akan tetap berada di orbit rendah Bumi setidaknya selama 10 tahun. Awaknya yang terdiri dari tiga astronot (Taikonot) akan menggunakan stasiun tersebut untuk melakukan eksperimen dan pengujian teknologi baru, seperti jam atom ultradingin.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
Beragam Respons Soal...
Beragam Respons Soal Kehadiran Manus AI Baru Buatan China
Jelang Pelarangan TikTok...
Jelang Pelarangan TikTok di AS, Donald Trump Siapkan Perjanjian Baru
TikTok Akan Hilang di...
TikTok Akan Hilang di AS Jika 4 April 2025 Tidak Dijual
Tak Puas Hadirkan Qwen,...
Tak Puas Hadirkan Qwen, Alibaba Siap Luncurkan AI Baru Quark
Kejahatan AI Merajalela,...
Kejahatan AI Merajalela, China Awasi Penggunaan Kecerdasan Buatan
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
AS Klaim Temukan 4 Calon...
AS Klaim Temukan 4 Calon Terkuat Pembeli TikTok
Belum Ketemu Pembeli...
Belum Ketemu Pembeli yang Tepat, Trump Perpanjangan Batas Waktu TikTok
Rekomendasi
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
Diguncang Tarif Trump,...
Diguncang Tarif Trump, Pasar Global Kacau Balau
Berita Terkini
Dituduh Pindah Warganegara...
Dituduh Pindah Warganegara Singapura, Pendiri ByteDance Zhang Yiming Angkat Bicara
25 menit yang lalu
Bantu Pemain Menang,...
Bantu Pemain Menang, Microsoft Luncurkan Copilot for Gaming
1 jam yang lalu
Asteroid 2024 YR4 Diklaim...
Asteroid 2024 YR4 Diklaim Akan Menabrak Bulan
1 jam yang lalu
Peta Geologi Bumi dengan...
Peta Geologi Bumi dengan Lempeng Tektonik Terbaru Diterbitkan
3 jam yang lalu
China Luncurkan Robot...
China Luncurkan Robot Tangan yang Punya Sensitivitas seperti Jari Manusia
12 jam yang lalu
Kota Kelahiran Cleopatra...
Kota Kelahiran Cleopatra Ditemukan setelah Ribuan Tahun Menghilang
13 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Ini Dapat...
5 Makanan Ini Dapat Memicu Kerusakan pada Gigi dengan Cepat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved