Satu dari 142 Password Masih Berisi Gabungan Angka 123456

Senin, 06 Juli 2020 - 12:17 WIB
loading...
Satu dari 142 Password...
Penemuan utamanya dari peneliti muda asal Turiki adalah dari 1 miliar lebih kredensial data set hanya 168.919.919 yang merupakan password unik. Sedangkan selebihnya dari 7 juta berisi 123456. Foto/Ist
A A A
ISTANBUL - Sebuah studi terbaru menunjukan bahwa kebanyakan orang masih menggunakan kata sandi atau password yang mudah ditebak. Penelitian tersebut dilakukan oleh mahasiswa teknik komputer asal Turki bernama Ata Hakçil. (Baca juga: Caplok Fitbit, Dunia Semakin Khawatir Google Melakukan Pengumpulan Data )

Dia menemukan fakta, jika urutan angka satu sampai enam masih menjadi favorit pengguna di dunia maya. Bahkan, 1 dari 142 password yang digunakan berisi urutan angka 123456.

Apa yang mereka lakukan dalam penelitiannya mengkombinasi nama pengguna dan password yang bocor di dunia maya setelah adanya pelanggaran data yang dilakukan di berbagai perusahaan. Ini 'dump data' yang telah ada lebih dari setengah dekade dan menumpuk saat perusahaan baru diretas.

Data tersebut mudah didapatkan secara online seperti situs GitHub dan GitLab atau didistribusikan gratis oleh forum hacker da portal file sharing. Hakcil mengunduh dan menganalisa lebih dari satu miliar kredensial yang bocor itu.

Sekedar informasi, selama bertahun-tahun perusahaan teknologi lain juga telah mengumpulkan data dump ini. Misalnya, Google, Microsoft, dan Apple, telah mengumpulkan kredensial yang bocor untuk membuat sistem peringatan internal yang memperingatkan pengguna ketika mereka menggunakan kata sandi "lemah" atau "umum".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Idul Adha dan Teror...
Idul Adha dan Teror Data: Kita Berkurban atau Justru Jadi Korban?
X Batasi Pengguna Gratis...
X Batasi Pengguna Gratis hanya 50 Tweet Sehari
Kejahatan AI Tidak Terkendali,...
Kejahatan AI Tidak Terkendali, Eropa Awasi Ketat Deepfake
Rahasia di Balik Simbol...
Rahasia di Balik Simbol @ Berasal dari Tahun 1536
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
Komdigi Hentikan Sementara...
Komdigi Hentikan Sementara IGRS, Siap Lakukan Evaluasi
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Rekomendasi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved