Bom Termobarik Rusia, Benarkah Bisa Membuat Tubuh Manusia Menguap?
Selasa, 11 Oktober 2022 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga; Bom Termobarik Rusia, Senjata Mengerikan yang Ditentang Penggunaannya
“Ledakan itu menyebabkan dua hal: panas yang sangat besar, hingga 2.700 derajat Celcius serta periode tekanan berlebih yang relatif tinggi. Tekanan atau gelombang ledakan yang dihasilkan tidak setinggi ledakan tinggi (HE) konvensional, tetapi bertahan lebih lama, menciptakan efek yang lebih merusak,” kata analis riset Royal United Services Institute Sam Cranny-Evans dikutip SINDOnews dari laman armytechnology, Selasa (11/10/2022).
![Bom Termobarik Rusia, Benarkah Bisa Membuat Tubuh Manusia Menguap?]()
Dr Marcus Hellyer, analis senior di Institut Kebijakan Strategis Australia, mengatakan bahwa senjata termobarik efektif untuk tujuan khusus, terutama menghancurkan posisi pertahanan. Meskipun tidak digunakan untuk menembus tank, bom termobarik bisa menjadi senjata yang sangat merusak terhadap kompleks apartemen atau bangunan lain.
“Senjata ini efeknya bisa sangat mengerikan, karena menciptakan ruang hampa dan menyedot udara keluar dari paru-paru pasukan bertahan,” katanya dikutip dari laman theguardian. Pada tahun 2000, Human Rights Watch mengutuk penggunaan senjata termobarik oleh Rusia setahun sebelumnya di Chechnya dengan konsekuensi yang mengerikan.
“Ledakan itu menyebabkan dua hal: panas yang sangat besar, hingga 2.700 derajat Celcius serta periode tekanan berlebih yang relatif tinggi. Tekanan atau gelombang ledakan yang dihasilkan tidak setinggi ledakan tinggi (HE) konvensional, tetapi bertahan lebih lama, menciptakan efek yang lebih merusak,” kata analis riset Royal United Services Institute Sam Cranny-Evans dikutip SINDOnews dari laman armytechnology, Selasa (11/10/2022).

Dr Marcus Hellyer, analis senior di Institut Kebijakan Strategis Australia, mengatakan bahwa senjata termobarik efektif untuk tujuan khusus, terutama menghancurkan posisi pertahanan. Meskipun tidak digunakan untuk menembus tank, bom termobarik bisa menjadi senjata yang sangat merusak terhadap kompleks apartemen atau bangunan lain.
“Senjata ini efeknya bisa sangat mengerikan, karena menciptakan ruang hampa dan menyedot udara keluar dari paru-paru pasukan bertahan,” katanya dikutip dari laman theguardian. Pada tahun 2000, Human Rights Watch mengutuk penggunaan senjata termobarik oleh Rusia setahun sebelumnya di Chechnya dengan konsekuensi yang mengerikan.
(wib)
Lihat Juga :