Pertama Kali Pesawat Komuter Listrik Mengudara, Alice Terbang 9 Menit Setinggi 3.500 Kaki
Kamis, 29 September 2022 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Pertama kali diluncurkan di Paris Air Show pada 2019, badan pesawat disempurnakan menampilkan T-tail, sayap lurus dengan rasio aspek tinggi dengan sayap, dan baling-baling unik di belakang, menghadap ke depan. Menurut Eviation, pesawat ini dirancang untuk terbang sejauh maksimum 250 mil laut, dengan kecepatan jelajah maksimum 260 knot.
Pesawat serba listrik ini ditenagai oleh baterai berdensitas energi tinggi yang memasok dua motor Magni650 640-kilowatt yang dipasang di ekor. Baterai ini diproduksi oleh MagniX berfungsi mendorong baling-baling berbilah lima.
Baca juga; 5 Pesawat Masa Depan, Bertenaga Listrik hingga Hidrogen!
Omer Bar-Yohay, CEO Eviation sebelumnya kini tetap berada di dewan perusahaan, mengatakan pesawat tersebut menggunakan jenis sel baterai 21700 (Li-ion) persis yang digunakan mobil Tesla atau mobil listrik lain. Dari data spesifikasi diketahui baterai menghasilkan daya sekitar 270 hingga 260 watt-jam per kilogram di tingkat sel.
“Baterai itu sendiri berfungsi sebagai bagian struktural pesawat, yang berarti pesawat tidak dapat terbang tanpa baterai di sana,” kata Bar-Yohay. Dia juga berharap pesawat akan mendapatkan sertifikasi tipe FAA pada waktunya untuk memasuki layanan pada tahun 2025.
Pesawat serba listrik ini ditenagai oleh baterai berdensitas energi tinggi yang memasok dua motor Magni650 640-kilowatt yang dipasang di ekor. Baterai ini diproduksi oleh MagniX berfungsi mendorong baling-baling berbilah lima.
Baca juga; 5 Pesawat Masa Depan, Bertenaga Listrik hingga Hidrogen!
Omer Bar-Yohay, CEO Eviation sebelumnya kini tetap berada di dewan perusahaan, mengatakan pesawat tersebut menggunakan jenis sel baterai 21700 (Li-ion) persis yang digunakan mobil Tesla atau mobil listrik lain. Dari data spesifikasi diketahui baterai menghasilkan daya sekitar 270 hingga 260 watt-jam per kilogram di tingkat sel.
“Baterai itu sendiri berfungsi sebagai bagian struktural pesawat, yang berarti pesawat tidak dapat terbang tanpa baterai di sana,” kata Bar-Yohay. Dia juga berharap pesawat akan mendapatkan sertifikasi tipe FAA pada waktunya untuk memasuki layanan pada tahun 2025.

Lihat Juga :