Banyak Satelit Komersial Terlibat dalam Perang Ukraina, Rusia Sebut Sah Dijadikan Target
Sabtu, 17 September 2022 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Vorontsov menyatakan bahwa delegasi Rusia ingin menggarisbawahi tren yang sangat berbahaya dan melampaui penggunaan teknologi luar angkasa yang terlihat jelas selama perang di Ukraina. “Paling tidak, penggunaan satelit sipil yang provokatif ini harus dipertanyakan di bawah Perjanjian Luar Angkasa, yang mengatur penggunaan luar angkasa secara eksklusif untuk tujuan damai,” katanya.
Komentar Rusia tentang penargetan aset komersial di luar angkasa muncul setelah perang Ukraina, SpaceX Elon Musk mengirim beberapa terminal Starlink ke Kiev untuk meningkatkan jangkauan internet dan konektivitas menyusul perusakan terhadap infrastruktur penting.
![Banyak Satelit Komersial Terlibat dalam Perang Ukraina, Rusia Sebut Sah Dijadikan Target]()
Selain Starlink, perusahaan citra satelit komersial seperti Planet, Maxar dan BlackSky telah menyediakan data intelijen penting dengan mengambil gambar konflik dari luar angkasa dan membagikannya secara terbuka.
Baca juga; Senjata Laser Anti-Satelit Rusia Terendus, Pertempuran di Ruang Angkasa Bakal Makin Sengit
Pernyataan Rusia tentang ancaman luar angkasa disampaikan hanya satu hari setelah Jerman dan Jepang berjanji untuk tidak melakukan tes rudal anti-satelit (ASAT) yang merusak. Mereka bergabung dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Selandia Baru yang telah berkomitmen mengurangi puing-puing luar angkasa setelah uji coba rudal ASAT Rusia pada November 2021 yang menuai kecaman.
Komentar Rusia tentang penargetan aset komersial di luar angkasa muncul setelah perang Ukraina, SpaceX Elon Musk mengirim beberapa terminal Starlink ke Kiev untuk meningkatkan jangkauan internet dan konektivitas menyusul perusakan terhadap infrastruktur penting.

Selain Starlink, perusahaan citra satelit komersial seperti Planet, Maxar dan BlackSky telah menyediakan data intelijen penting dengan mengambil gambar konflik dari luar angkasa dan membagikannya secara terbuka.
Baca juga; Senjata Laser Anti-Satelit Rusia Terendus, Pertempuran di Ruang Angkasa Bakal Makin Sengit
Pernyataan Rusia tentang ancaman luar angkasa disampaikan hanya satu hari setelah Jerman dan Jepang berjanji untuk tidak melakukan tes rudal anti-satelit (ASAT) yang merusak. Mereka bergabung dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Selandia Baru yang telah berkomitmen mengurangi puing-puing luar angkasa setelah uji coba rudal ASAT Rusia pada November 2021 yang menuai kecaman.
(wib)
Lihat Juga :