China Kembangkan Reaktor Nuklir Antariksa, Mampu Pasok Daya 10 Stasiun Luar Angkasa
Minggu, 04 September 2022 - 12:28 WIB
loading...
Model reaktor nuklir China di innoTech Expo 2016 di Wan Chai, Hong Kong. Foto/South China Morning Post/Space.com
A
A
A
BEIJING - Kementerian Sains dan Teknologi China menyetujui proyek reaktor nuklir luar angkasa yang bertujuan untuk menghasilkan sumber energi atau daya listrik untuk stasiun luar angkasa. Sejumlah pengamat menilai reaktor nuklir itu mampu memasok daya listrik untuk 10 stasiun luar angkasa internasional (ISS).
Pejabat China belum menjelaskan mengapa mereka menginginkan semua kekuatan luar angkasa itu, termasuk reaktor nuklir. Pengumuman itu muncul setelah para ahli memperingatkan tahun lalu bahwa Amerika Serikat (AS) perlu memasukkan lebih banyak anggaran untuk pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir.
“Pesaing strategis termasuk China secara agresif berinvestasi dalam berbagai teknologi luar angkasa, termasuk tenaga nuklir dan propulsi,” kata Bhavya Lal, penasihat senior NASA untuk anggaran dan keuangan, dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Minggu (4/9/2022).
Baca juga; China Luncurkan Satelit Misterius Chuangxin 16, AS Diminta Waspada
NASA menilai reaktor nuklir China sangat kuat dan cukup untuk menjaga setara dengan 10 Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Menurut perkiraan NASA kompleks ISS paling banyak menerima 120 kilowatt daya listrik.
Outlet media yang dikutip oleh SpaceNews belum menjelaskan mengapa China menginginkan reaktor nuklir yang begitu kuat. Namun, China belum merilis rincian teknis apa pun soal pembangunan reaktor nuklir ruang angkasa ini.
Misi luar angkasa sering berporos ke tenaga nuklir ketika matahari jauh, atau di zona keliling atau sinar matahari yang lemah seperti sisi jauh bulan atau permukaan Mars. Tenaga nuklir juga dapat meningkatkan misi luar angkasa manusia di masa depan.
Pejabat China belum menjelaskan mengapa mereka menginginkan semua kekuatan luar angkasa itu, termasuk reaktor nuklir. Pengumuman itu muncul setelah para ahli memperingatkan tahun lalu bahwa Amerika Serikat (AS) perlu memasukkan lebih banyak anggaran untuk pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir.
“Pesaing strategis termasuk China secara agresif berinvestasi dalam berbagai teknologi luar angkasa, termasuk tenaga nuklir dan propulsi,” kata Bhavya Lal, penasihat senior NASA untuk anggaran dan keuangan, dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Minggu (4/9/2022).
Baca juga; China Luncurkan Satelit Misterius Chuangxin 16, AS Diminta Waspada
NASA menilai reaktor nuklir China sangat kuat dan cukup untuk menjaga setara dengan 10 Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Menurut perkiraan NASA kompleks ISS paling banyak menerima 120 kilowatt daya listrik.
Outlet media yang dikutip oleh SpaceNews belum menjelaskan mengapa China menginginkan reaktor nuklir yang begitu kuat. Namun, China belum merilis rincian teknis apa pun soal pembangunan reaktor nuklir ruang angkasa ini.
Misi luar angkasa sering berporos ke tenaga nuklir ketika matahari jauh, atau di zona keliling atau sinar matahari yang lemah seperti sisi jauh bulan atau permukaan Mars. Tenaga nuklir juga dapat meningkatkan misi luar angkasa manusia di masa depan.
Lihat Juga :