Setelah 870 Tahun Terlelap, Gunung Fagradalsfjall di Islandia Meletus
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 09:29 WIB
loading...
Pada 3 Agustus 2022, letusan gunung berapi baru dimulai di zona celah Fagradalsfjall di Semenanjung Reykjanes, Islandia. Foto/earthobservatory.nasa.gov,
A
A
A
REYKJAVIK - Pada 3 Agustus 2022, letusan gunung berapi baru dimulai di zona celah Fagradalsfjall di Semenanjung Reykjanes, Islandia . Letusan baru-baru ini terjadi setelah periode tenang selama 870 tahun dalam sistem vulkanik Krysuvik, Trolladyngja.
Sistem vulkanik ini terdiri dari dua kelompok celah atau kawanan, bernama Fagradalsfjall dan Krysuvik. Lokasi letusan di Lembah Meradalir sekitar satu kilometer timur laut dari letusan tahun lalu di Lembah Geldingadalir.
Mulai awal Agustus, letusan Meradalir mengeluarkan pancuran lava sepanjang 300 meter pada segmen celah. Pemandangan ini menarik kerumunan wisatawan, yang mendaki untuk melihat lava basaltik yang bergerak lambat saat mengalir timur-timur laut.
Baca juga; 6 Bulan Meletus, Gunung Berapi Islandia Mendadak Berhenti Muntahkan Lava
Institut Ilmu Bumi Islandia memperkirakan bahwa 10,6 juta meter kubik lava telah menutupi area seluas 1,25 kilometer persegi pada 15 Agustus 2022. Fisura berarah timur laut-barat daya sejauh 50 kilometer di zona keretakan di mana lempeng Amerika Utara dan Eurasia bergerak terpisah.
Awalnya, letusan itu mengeluarkan lava dengan kecepatan hingga 32 meter kubik per detik, yang segera melambat menjadi rata-rata 11 meter kubik per detik. Pada 16 Agustus, tingkat letusan Meradalir turun menjadi 2 meter kubik per detik.
Letusan pada Maret 2021 di Geldingadalir mengeluarkan 5 hingga 10 meter kubik lava per detik selama tiga minggu pertama. Dikutip SINDOnews dari laman earthobservatory.nasa.gov, Sabtu (20/8/2022), peristiwa itu terekam satelit Operational Land Imager (OLI) di Landsat 8 pada 16 Agustus 2022.
Sistem vulkanik ini terdiri dari dua kelompok celah atau kawanan, bernama Fagradalsfjall dan Krysuvik. Lokasi letusan di Lembah Meradalir sekitar satu kilometer timur laut dari letusan tahun lalu di Lembah Geldingadalir.
Mulai awal Agustus, letusan Meradalir mengeluarkan pancuran lava sepanjang 300 meter pada segmen celah. Pemandangan ini menarik kerumunan wisatawan, yang mendaki untuk melihat lava basaltik yang bergerak lambat saat mengalir timur-timur laut.
Baca juga; 6 Bulan Meletus, Gunung Berapi Islandia Mendadak Berhenti Muntahkan Lava
Institut Ilmu Bumi Islandia memperkirakan bahwa 10,6 juta meter kubik lava telah menutupi area seluas 1,25 kilometer persegi pada 15 Agustus 2022. Fisura berarah timur laut-barat daya sejauh 50 kilometer di zona keretakan di mana lempeng Amerika Utara dan Eurasia bergerak terpisah.
Awalnya, letusan itu mengeluarkan lava dengan kecepatan hingga 32 meter kubik per detik, yang segera melambat menjadi rata-rata 11 meter kubik per detik. Pada 16 Agustus, tingkat letusan Meradalir turun menjadi 2 meter kubik per detik.
Letusan pada Maret 2021 di Geldingadalir mengeluarkan 5 hingga 10 meter kubik lava per detik selama tiga minggu pertama. Dikutip SINDOnews dari laman earthobservatory.nasa.gov, Sabtu (20/8/2022), peristiwa itu terekam satelit Operational Land Imager (OLI) di Landsat 8 pada 16 Agustus 2022.
Lihat Juga :