China Luncurkan Satelit Mata-Mata Yaogan 35, Kemampuannya Sangat Dirahasiakan
Selasa, 02 Agustus 2022 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
Kumpulan satelit terbaru terbang di atas kendaraan peluncuran Chang Zheng 2D (CZ-2D). Juga dikenal di kalangan barat sebagai Long March 2D, itu adalah kendaraan dua tahap yang berfungsi sebagai bagian dari keluarga roket tradisional Chang Zheng bersama dengan kelas CZ-3 dan CZ-4.
Roket CZ-2 sebagian besar digunakan untuk meluncurkan misi ke orbit rendah Bumi. Tiga versi – Chang Zheng 2C, Chang Zheng 2D, dan Chang Zheng 2F – saat ini dalam layanan aktif untuk CASC.
Baca juga; Rocket Lab Meluncurkan Satelit Mata-Mata AS dari Selandia Baru
Dikutip dari laman nasaspaceflight, sejauh ini program luar angkasa China telah meluncurkan 27 misi orbit pada 2022, dengan 26 keberhasilan dan satu kegagalan. Peluncuran tersebut merupakan yang ke-27 di China tahun ini. CASC berencana untuk meluncurkan lebih dari 50 kali sepanjang tahun 2022.
Masih akan datang penerbangan perdana yang ditunggu-tunggu dari LandSpace Zhuque-2, yang akan menjadi roket kelas orbital China pertama yang menggunakan metana cair dan oksigen cair sebagai propelannya. Kendaraan dua tahap itu dikatakan mampu mengangkat muatan seberat 4.000 kilogram (8.818 pon) ke orbit rendah Bumi. Peluncuran saat ini dijadwalkan dilakukan sekitar awal Agustus ini.
Roket CZ-2 sebagian besar digunakan untuk meluncurkan misi ke orbit rendah Bumi. Tiga versi – Chang Zheng 2C, Chang Zheng 2D, dan Chang Zheng 2F – saat ini dalam layanan aktif untuk CASC.
Baca juga; Rocket Lab Meluncurkan Satelit Mata-Mata AS dari Selandia Baru
Dikutip dari laman nasaspaceflight, sejauh ini program luar angkasa China telah meluncurkan 27 misi orbit pada 2022, dengan 26 keberhasilan dan satu kegagalan. Peluncuran tersebut merupakan yang ke-27 di China tahun ini. CASC berencana untuk meluncurkan lebih dari 50 kali sepanjang tahun 2022.
Masih akan datang penerbangan perdana yang ditunggu-tunggu dari LandSpace Zhuque-2, yang akan menjadi roket kelas orbital China pertama yang menggunakan metana cair dan oksigen cair sebagai propelannya. Kendaraan dua tahap itu dikatakan mampu mengangkat muatan seberat 4.000 kilogram (8.818 pon) ke orbit rendah Bumi. Peluncuran saat ini dijadwalkan dilakukan sekitar awal Agustus ini.
(wib)
Lihat Juga :