YouTube Mulai Blokir Video dengan Konten Melawan Temuan WHO
Senin, 27 April 2020 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Dengan sedikit bercanda, dia mengatakan, YouTube memiliki begitu banyak video cuci tangan, sesuatu yang tidak pernah terpikirkan olehnya. Selain itu, dia melaporkan adanya peningkatan 75% dalam berita yang berasal dari sumber yang sah. Tetapi Wojcicki juga mencatat bahwa YouTube menghapus informasi yang salah dan tidak berdasar secara medis.
Wojcicki menunjukkan, menghapus video yang melanggar kebijakan YouTube bukanlah hal unik dan itu sudah dilakukan sebelum pandemik. Sebab platform memiliki pedoman komunitas yang harus dipatuhi.
Dia menunjukkan, perbedaan dengan krisis saat ini adalah COVID-19 bergerak cepat. Dia juga mengemukakan klaim tidak berdasar baru-baru ini bahwa menara 5G adalah pemicu penyebaran virus Corona. Karena tidak ada organisasi terkemuka yang dapat membuktikan bahwa ada hubungan di antara keduanya, YouTube pun mengambil video apa pun yang mempromosikan teori menyesatkan tersebut.
Dikatakannya, perilaku pengguna telah berubah ketika jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal oleh COVID-19 meningkat. Pada awalnya, pengguna mencari informasi dasar tentang virus Corona. Berikutnya datang permintaan video untuk membantu mereka yang harus tinggal di rumah.
Sekarang, ungkap dia, YouTuber menonton video yang membantu mereka menyelesaikan pekerjaan saat dikarantina, seperti video olahraga atau yang menunjukkan kepada mereka cara memperbaiki peralatan dan memotong rambut -dua pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh profesional.
Wojcicki menunjukkan, menghapus video yang melanggar kebijakan YouTube bukanlah hal unik dan itu sudah dilakukan sebelum pandemik. Sebab platform memiliki pedoman komunitas yang harus dipatuhi.
Dia menunjukkan, perbedaan dengan krisis saat ini adalah COVID-19 bergerak cepat. Dia juga mengemukakan klaim tidak berdasar baru-baru ini bahwa menara 5G adalah pemicu penyebaran virus Corona. Karena tidak ada organisasi terkemuka yang dapat membuktikan bahwa ada hubungan di antara keduanya, YouTube pun mengambil video apa pun yang mempromosikan teori menyesatkan tersebut.
Dikatakannya, perilaku pengguna telah berubah ketika jumlah orang yang terinfeksi dan meninggal oleh COVID-19 meningkat. Pada awalnya, pengguna mencari informasi dasar tentang virus Corona. Berikutnya datang permintaan video untuk membantu mereka yang harus tinggal di rumah.
Sekarang, ungkap dia, YouTuber menonton video yang membantu mereka menyelesaikan pekerjaan saat dikarantina, seperti video olahraga atau yang menunjukkan kepada mereka cara memperbaiki peralatan dan memotong rambut -dua pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh profesional.
Lihat Juga :