Spek Rudal Poseidon Rusia, Senjata Bertenaga Nuklir Antarbenua

Minggu, 24 Juli 2022 - 13:25 WIB
loading...
Spek Rudal Poseidon...
Rusia memang terkenal akan senjata yang berbahaya dan mematikan. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Rusia memang terkenal akan senjata yang berbahaya dan mematikan. Salah satunya adalah rudal poseidon yang dikenal sebagai senjata paling kontroversial.

Setelah melakukan ancaman nuklir, melakukan invasi ke Ukraina, Rusia kembali menghebohkan sejarah dunia dengan memunculkan Poseidon yang merupakan 'mega torpedo, yang sangat berbahaya.

Baca juga : Rudal Kalibr, Senjata Favorit Rusia Digunakan untuk Gempur Ukraina

Melansir dari navalnews, Poseidon adalah 'Torpedo Otonom Bersenjata Nuklir Bertenaga Nuklir Antarbenua'. Ini adalah torpedo raksasa yang dapat menghantam dan menghancurkan kota-kota yang berada di pesisir. Dibandingkan dengan rudal balistik antarbenua, Poseidon mungkin lebih lambat, tetapi dampak kehancurannya tak terbendung.

Rusia bahkan menegaskan bahwa senjata itu bisa digunakan untuk menghancurkan kapal perang. Target dari rudal ini adalah kapal induk. Karena senjata ini merupakan hal yang baru di dunia sehingga banyak yang belum mengetahui spesifikasinya.

Berikut ini adalah spesifikasi rudal Poseidon Rusia yang dilansir dari Beyond The Horizon :

Panjang : 24 meter (79 kaki) (perkiraan)
Diameter : 2m (6,5 kaki) (perkiraan)
Kecepatan : 70 knot
Jangkauan : 10.000 km (6200 mil)
Kedalaman pengoperasian: >1.000 meter (3.280 kaki) (dilaporkan)
Hulu ledak : 2 megaton (diketahui)

Kemampuan Poseidon

Poseidon adalah "kapal selam mini robot" dengan diameter 1,6 meter, dan pada dasarnya adalah Rudal Balistik Antarbenua (ICBM).

Pada tahun 2015, sumber media Rusia memberitakan spesifikasi desain terperinci untuk Poseidon yang mampu menempuh jarak 10.000 km, mencapai kecepatan 100 knot (sekitar 115 mph), dan kedalaman maksimum 1000 m (3300 kaki).

Poseidon merupakan rudal terbesar yang pernah dikembangkan di dunia ukurannya adalah sekitar 30 kali dari rudal biasa. Pada tahun 2018, mereka juga mulai melaporkan kecepatan 60-70 knot (70 mph hingga 80 mph).

Poseidon telah diuji sebanyak 11 kali sejauh ini dan tes terakhir yang diketahui dilakukan pada November 2018 menurut penilaian intelijen AS.

Baca juga : Rusia Resmi Dipersenjatai Kapal Selam Kiamat dengan Poseidon, Bisa Bikin AS Tsunami 500 Meter

Pengiriman senjata diharapkan pada tahun 2027 dan akan diangkut oleh kapal selam Oscar yang dimodifikasi secara khusus. Kapal selam khusus pertama dari proyek 09852 K-329 Belgorod yang rencananya akan diluncurkan pada April 2019.

Belgorod akan menjadi kapal induk pertama drone kapal selam bertenaga nuklir Poseidon. Belgorod juga akan menjadi kapal selam terbesar di Rusia dan akan mampu mengangkut hingga enam torpedo Poseidon.

Sangat mungkin bahwa Poseidon akan menyelesaikan tesnya pada tahun 2025 dan memasuki layanan operasional pada tahun 2027. Ketika dalam pelayanan, Rusia akan memiliki sistem pengiriman baru untuk senjata nuklir. Jelas bahwa Rusia telah mendedikasikan sumber daya yang cukup besar untuk program nuklir.
(bim)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Torpedo Super Poseidon,...
Torpedo Super Poseidon, Senjata Pencegah Nuklir Rusia Picu Ketakutan NATO
Rudal Steel Dome, Perisai...
Rudal Steel Dome, Perisai Baja Berlapis yang Tak Tertembus Guncang Timur Tengah
Berteknologi Canggih,...
Berteknologi Canggih, Kuba Siap Borong Drone Buatan Rusia dan Iran
Palantir Uji Coba AI...
Palantir Uji Coba AI Tempur di Perang Ukraina, Ini Fungsinya
Rudal DF-61 Buatan China...
Rudal DF-61 Buatan China Siap Merobek Langit
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Rekomendasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Berita Terkini
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved