Kota Kelahiran Cleopatra Ditemukan setelah Ribuan Tahun Menghilang
Kamis, 03 April 2025 - 21:21 WIB
loading...
Kota Kelahiran Cleopatra Ditemukan. FOTO/ SCIENCE ALERT
A
A
A
NEW YORK - Terletak di sepanjang Laut Mediterania dan barat laut Kairo, kota ini merupakan kota terbesar kedua di Mesir dan pelabuhan utamanya.
BACA JUGA - Bukti Perselingkuhan Ratu Cleopatra Terungkap Tanpa Tes DNA
Sejarahnya yang mengesankan bermula ketika kota ini didirikan pada tahun 331 SM oleh Alexander Agung dan sejak saat itu kota ini menjadi pusat budaya dan intelektual utama.
Sekarang tempat ini menjadi lokasi monumen terkenal dan reruntuhan kuno, termasuk Katakombe Kom el Shoqafa dan Makam Anfushi. Pada tahun 2023, kota ini berpenduduk 6,1 juta orang.
Namun, dalam 10 tahun terakhir, tingkat pembangunan bangunan di sepanjang tepi laut kota kuno tersebut telah meningkat dari sekitar satu per tahun menjadi sebanyak 40, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Earth's Future , dan hal ini telah menimbulkan kekhawatiran yang signifikan.
Selama dua dekade terakhir, 280 bangunan telah runtuh dan lebih dari 7.000 bangunan berisiko runtuh di masa mendatang, menurut makalah penelitian tersebut. Antara tahun 2014 dan 2020 saja, 86 bangunan runtuh dan 201 bangunan runtuh sebagian di seluruh kota, yang menyebabkan 85 kematian.
Para ilmuwan yang meneliti situasi mengejutkan ini telah menemukan bahwa kota Mesir itu tenggelam akibat naiknya permukaan air laut dan erosi pantai.
BACA JUGA - Bukti Perselingkuhan Ratu Cleopatra Terungkap Tanpa Tes DNA
Sejarahnya yang mengesankan bermula ketika kota ini didirikan pada tahun 331 SM oleh Alexander Agung dan sejak saat itu kota ini menjadi pusat budaya dan intelektual utama.
Sekarang tempat ini menjadi lokasi monumen terkenal dan reruntuhan kuno, termasuk Katakombe Kom el Shoqafa dan Makam Anfushi. Pada tahun 2023, kota ini berpenduduk 6,1 juta orang.
Namun, dalam 10 tahun terakhir, tingkat pembangunan bangunan di sepanjang tepi laut kota kuno tersebut telah meningkat dari sekitar satu per tahun menjadi sebanyak 40, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Earth's Future , dan hal ini telah menimbulkan kekhawatiran yang signifikan.
Selama dua dekade terakhir, 280 bangunan telah runtuh dan lebih dari 7.000 bangunan berisiko runtuh di masa mendatang, menurut makalah penelitian tersebut. Antara tahun 2014 dan 2020 saja, 86 bangunan runtuh dan 201 bangunan runtuh sebagian di seluruh kota, yang menyebabkan 85 kematian.
Para ilmuwan yang meneliti situasi mengejutkan ini telah menemukan bahwa kota Mesir itu tenggelam akibat naiknya permukaan air laut dan erosi pantai.
Lihat Juga :