Ini Mesin Pembunuh Rusia yang Ditakuti Ukraina, Howitzer Msta-S Penghancur Tank Berpemandu Laser
Kamis, 07 Juli 2022 - 17:33 WIB
loading...
Salah satu persenjataan Rusia yang menjadi mimpi buruk bagi pasukan Ukraina di medan perang, adalah howitzer self-propelled Msta-S. Foto/BulgarianMilitary/Youtube
A
A
A
KIEV - Salah satu persenjataan Rusia yang menjadi mimpi buruk bagi pasukan Ukraina di medan perang, adalah howitzer self-propelled Msta-S. Meskipun termasuk artileri tua era Uni Soviet, senjata yang sudah dimodernisasi dengan berpemandu laser ini mampu menghancurkan target musuh secara presisi dari jarak maksimal 30 kilometer.
Portal online Belgia Army Recognition menganalisis bahwa howitzer self-propelled Msta-S milik Rusia adalah mimpi buruk bagi Ukraina. Menurut portal Belgia itu, howitzer self-propelled era Soviet inilah yang merupakan tulang punggung artileri Rusia dalam perang dengan Ukraina.
Dikutip SINDOnews dari laman Bulgarian Military, Kamis (7/7/2022), artileri Msta-S adalah howitzer self-propelled 152,4 mm yang dikembangkan pada 1980-an. Senjata ini sudah sering berpartisipasi dalam beberapa konflik, sebagian besar regional ke Federasi Rusia, seperti Perang Chechnya Kedua, Perang di Donbas, konflik Nagorno-Karabakh 2020, dan invasi Rusia 2022 ke Ukraina.
Baca juga; 4.000 Tank Ukraina dan 1.500 Unit Milik Rusia Hancur, Kedua Negara Bingung untuk Memperbaiki
Howitzer ini memiliki berat sekitar 42 ton, bergantung pada jenis amunisinya. Kehebatannya, senjata ini mampu menembakkan hingga 10 peluru per menit dengan jangkauan maksimalnya bisa mencapai 28 kilometer.
Msta-S dipersenjatai dengan meriam 152mm 2A65, yang notanya adalah meriam utama dari howitzer yang ditarik dari seri Msta-B yang sama. Senjata ini, bahkan dalam versi howitzer yang ditarik, dapat menembakkan proyektil artileri yang dipandu laser.
Portal online Belgia Army Recognition menganalisis bahwa howitzer self-propelled Msta-S milik Rusia adalah mimpi buruk bagi Ukraina. Menurut portal Belgia itu, howitzer self-propelled era Soviet inilah yang merupakan tulang punggung artileri Rusia dalam perang dengan Ukraina.
Dikutip SINDOnews dari laman Bulgarian Military, Kamis (7/7/2022), artileri Msta-S adalah howitzer self-propelled 152,4 mm yang dikembangkan pada 1980-an. Senjata ini sudah sering berpartisipasi dalam beberapa konflik, sebagian besar regional ke Federasi Rusia, seperti Perang Chechnya Kedua, Perang di Donbas, konflik Nagorno-Karabakh 2020, dan invasi Rusia 2022 ke Ukraina.
Baca juga; 4.000 Tank Ukraina dan 1.500 Unit Milik Rusia Hancur, Kedua Negara Bingung untuk Memperbaiki
Howitzer ini memiliki berat sekitar 42 ton, bergantung pada jenis amunisinya. Kehebatannya, senjata ini mampu menembakkan hingga 10 peluru per menit dengan jangkauan maksimalnya bisa mencapai 28 kilometer.
Msta-S dipersenjatai dengan meriam 152mm 2A65, yang notanya adalah meriam utama dari howitzer yang ditarik dari seri Msta-B yang sama. Senjata ini, bahkan dalam versi howitzer yang ditarik, dapat menembakkan proyektil artileri yang dipandu laser.
Lihat Juga :